Share This

Kapolri: Prinsipnya Kami Dalami Keterangan Novel Baswedan

Kapolri tidak ingin pernyataan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada wartawan Amerika Serikat dari TIME ini menjadi polemik yang membuat citra negatif terhadap Kepolisian

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 16 Jun 2017 20:04 WIB

Kapolri: Prinsipnya Kami Dalami Keterangan Novel Baswedan

Kapolri, Tito Karnavian. Foto ANTARA

KBR, Jakarta - Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian meminta Novel Baswedan menunjukkan bukti sekaligus nama petinggi Polisi yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras pada 11 April lalu. Kapolri tidak ingin pernyataan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada wartawan Amerika Serikat dari TIME ini menjadi polemik yang membuat citra negatif terhadap Kepolisian.

"Kalau ada buktinya, kami akan proses dan kami akan terbuka hal itu. Tetapi kalau seandainya tidak ada bukti-buktinya, saya sangat menyayangkan," ujar Tito Karnavian pada Jumat (06/16/2017) di Mabes Polri, Jakarta.

Tito menambahkan akan kembali mengirim tim ke Singapura untuk menemui Novel. Tim polisi, kata dia, akan menanyakan identitas petinggi Polisi yang dimaksud Novel sekaligus meminta bukti. Selain itu, Tito juga akan berkoordinasi dengan Pimpinan KPK pekan depan. "Prinsipnya kami di Polri akan mendalami. Mungkin nanti kami akan koordinasikan dengan KPK. Saya rencananya mungkin Senin (19/6) ke KPK. Ada 2 hal yang akan dibahas, pertama tentang pengembangan penyidikan kasus penganiayaan Novel dan tentang pernyataan itu," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Polri Setyo Wasisto mengaku masih kesulitan mendapatkan keterangan Novel. Polisi, kata dia, sudah berupaya melakukan pertemuan dengan Novel beberapa waktu lalu. Namun, karena masalah kesehatan dan izin dokter maka pertemuan itu hanya berlangsung lima menit.

Dalam pertemuan itu, penyidik sudah mengajukan 5 pertanyaan kepada Novel, namun hingga hari ini Kepolisian belum mendapat jawaban. "Kemarin kami sudah ke sana tetapi dokter tidak izinkan. Karena dokter yang bertugas masih cuti ke India dan kami hanya diberi waktu 5 menit." ujar Setyo.

Sebelumnya, kepada majalah Amerika Serikat TIME, Novel menyatakan bahwa ia menerima informasi keterlibatan petinggi polisi dalam kasus teror penyiraman air keras. Saat itu, Novel sempat meragukan informasi tersebut. Tetapi karena melihat lambannya pengungkapan polisi, ia jadi berpikir bahwa informasi itu benar. Saat dikonfirmasi KBR mengenai hal ini, Juru Bicara Polri Setyo Wasisto mengingatkan bahawa ada konsekuensi hukum atas pernyataan Novel Baswedan apabila tidak terbukti.   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.