KIP: Panglima TNI Harus Klarifikasi Keaslian Surat Pemecatan Prabowo

KBR, Jakarta - Komisi Informasi Publik (KIP) mendesak Panglima TNI segera mengklarifikasi keaslian dan kerahasiaan dokumen pemberhentian Prabowo Subianto dari dinas militer pada 1998 silam.

BERITA

Sabtu, 14 Jun 2014 20:24 WIB

Author

Aisyah Kharunnisa

KIP: Panglima TNI Harus Klarifikasi Keaslian Surat Pemecatan Prabowo

tni, pemecatan, prabowo, kip

KBR, Jakarta - Komisi Informasi Publik (KIP) mendesak Panglima TNI segera mengklarifikasi keaslian dan kerahasiaan dokumen pemberhentian Prabowo Subianto dari dinas militer pada 1998 silam. Karena, sebelumnya TNI menyatakan tidak menyimpan dokumen milik Dewan Kehormatan Perwira (DKP) itu. Panglima TNI Moeldoko juga menyakini bahwa ada banyak versi dokumen yang beredar.

Anggota KIP, Rumadi Ahmad mengatakan, penjelasan itu diperlukan agar kubu Prabowo Subianto tidak menggugat pihak lain yang membocorkan dokumen tersebut. "Kalau dikatakan tidak ada itu artinya apakah memang TNI tidak pernah memproduksi dokumen itu. Atau apakah mereka pernah memproduksi tetapi hilang? Atau bagaimana? Pernyataan-pernyataan itu harus."

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelidiki bocornya surat rekomendasi pemecatan Prabowo Subianto dari kesatuan oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Namun Juru Bicara TNI Fuad Basya enggan membeberkan lebih jauh soal penyelidikan ini. Dia berkilah enggan terlibat dalam arus politik yang melibatkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo tersebut.

Awal Juni lalu tersebar surat pemberhentian Prabowo di jejaring media sosial serta media media online. Dalam surat itu dipaparkan bahwa Prabowo diberhentikan karena sejumlah alasan. Diantaranya melampaui kewenangan dengan menjalankan operasi pengendalian stabilitas nasional di Aceh dan Papua. Kerap bepergian ke luar negeri tanpa izin Kasad atau Panglima ABRI. Serta menugaskan Tim Mawar untuk menculik aktivis prodemokrasi pada 1997-1998. (baca juga:
TNI Janji Telusuri Surat Rekomendasi Pemecatan Prabowo)

Editor: Irvan Imamsyah

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak