Ini Dia Transkrip Percakapan Jurnalis-Pemred RCTI soal Berita Materi Debat Capres Bocor

Raymond Rondonuwu sekarang mendapat surat SP3 dari media tempatnya bekerja.

BERITA

Sabtu, 28 Jun 2014 02:22 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Ini Dia Transkrip Percakapan Jurnalis-Pemred RCTI soal Berita Materi Debat Capres Bocor

Raymond Rondonuwu, RCTI, Seputar Indonesia, SP3

KBR, Jakarta – Produser program “Seputar Indonesia” RCTI Raymond Rondonuwu saat ini mendapat status SP3 dari media tempatnya bekerja. Ia juga dibebastugaskan oleh atasannya, yaitu Pemimpin Redaksi Arya Sinulingga. 


Ini semua bermula dari nota keberatan yang dibuat Raymond ke pimpinan RCTI soal penayangan berita dugaan kebocoran materi debat capres ke kubu Joko Widodo. Menurut Raymond, berita itu tidak memenuhi standar jurnalistik karena tidak jelas sumbernya. Setelah nota keberatan dikirim, Raymond mendapatkan surat peringatan. 


Raymond lantas dipanggil ke ruangan oleh Arya Sinulingga yang mempertanyakan sikapnya. Rekaman pertemuan tanggal 12 Juni 2014 itu beredar di kalangan wartawan dan diterima PortalKBR kemarin (27/6). 


Berikut transkrip lengkap percakapan tersebut. R untuk Raymond, sementara A untuk Arya Sinulingga. 


[Suasana ruangan]

R: Malam. 

A: Malam. Silakan duduk. Belum pernah ketemu kita... Saya Arya. Abis kalau dipanggil nggak pernah ketemu. 

R: Ah baru kali ini saya dipanggil?

A: Nggak...  Ada pertemuan, tapi kamu nggak datang-datang. 

R: Ya mungkin jamnya. 

A: Ini APA ini... Apakah ini tulisanmu? (terdengar seperti menunjukkan kertas) 

R: Ya ada nama saya di situ. 

A: Ya betul? Tulisanmu?

R: Iya. 

A: Kok begini ya?

R: Saya rasa berita itu memang sumbernya itu kan. 

A: Kok kamu bisa bilang bahwa itu sumber? Dari mana kamu tahu sumbernya? Coba buktikan dari mana sumbernya? Dari mana buktinya sumbernya? 

R: Karena triomacan2000 itu yang meng... yang meng... ini.. 

A: Nggak urusan saya. Semua media nulis. Kamu tahu nggak bahwa media nulis berapa banyak? 

R: Tapi sumbernya dari triomacan kan? 

R: Lho siapa bilang triomacan? Kamu bisa buktikan gak bahwa itu triomacan?

R: Bisa!

A: Dari mana? 

R: Saya kasih linknya mau?

A: Nah baru kalau dia nulis apakah ada bukti bahwa dia bagian dari kita? 

R: Saya kasih linknya mau nggak?

A: Lho, gini Mas. Link bisa dari mana saja. 

R: Ya dari triomacan!

A: Lho, dengar saya Mas. Dengar saya dulu. Link bisa dari mana saja. Ok? Saya tunjukkan bahwa berita mengenai itu... kamu cek.. banyak banget online nulis.

R: Online mana dulu? Inilah.com?

A: Lho.. jangan... Gimana kalau saya bilang hampir semua online nulis. Saya buktikan. 

R: Nulis berdasarkan apa? Sumbernya dong?

A: Lho, jangan sumbernya. Saya tanya... Kamu buktikan saja... Kalau gitu kita gini saja, kita bawa ke polisi! (dengan nada tinggi) 

R: Silakan... Oke... Iya.. 

A: Kita bawa ke polisi, oke?

R: Dasarnya apa?

A: Lho... Anda telah menuduh. 

R: Menuduh apa?

A: Ini kau baca... baca baca... (terdengar suara seperti menunjukkan kertas) Anda baca...

R: Saya baca. Iya betul... 

A: Anda baca... 

R: Menurut saya ini akun Twitter triomacan... 

A: Menurut Anda... Anda menuduh saya kan?

R: Bapak tidak punya integritas. 

A: Lho, bukan? Dari mana Anda tahu? Anda hubungan sama saya kan? Ya, saya bawa ke polisi. Kita berdua. Oke. 

R: Ayo.. 

A: Satu, kita berdua akan berhubungan dengan polisi. Anda adalah saya (mungkin maksudnya ‘Anda’) dan saya nggak kenal Anda. 

R: Bagaimana?

A: Saya nggak kenal Anda dan Anda nggak kenal saya. 

R: Maksudnya apa tuh?

A: Ya saya nggak kenal Anda siapa. Saya nggak tahu Anda siapa. 

R: Saya kan orang RCTI. 

A: Saya nggak tahu.

R: What? 

A: Iya.

R: Kok bisa tidak tahu? Bapak Pemred saya lho. 

A: Ya saya tidak tahu, karena Anda nggak pernah lapor sama saya. 

R: Kenapa? 

A: Karena Anda nggak pernah lapor sama saya. 

R: Apa saya harus lapor kalau saya orang RCTI? Bapak tinggal buka database karyawan ada kok. 

A: Pokoknya intinya itu. Saya nggak kenal Anda dan Anda nggak kenal saya. Oke? Satu. Dengar saja saya. Kita berdua berhubungan berdua, Anda telah menuduh saya. Jadi kita berhubungan berdua.  Oke?

R: Saya akan buktikan bahwa....

A: Silakan! Di polisi Anda buktikan. 

R: Silakan!

A: (Itu) satu. Yang kedua, saya beritahu, ini menjadi dasar Anda, bahwa Anda akan di-SP3. Sip. Siap.

R: Bapak kan punya kuasa kok.

A: Oh, ini bukan soal kuasa. Ini nggak kuasa. 

R: Ya itu kan kuasa... 

A: Nggak ada kuasa.. nggak ada kuasa... Ini melanggar... kode... (tergagap).. Anda... Anda baca pera... pera... 

R: Kode apa?

A: Anda baca peraturan?

R: Kode apa?

A: Anda baca peraturan?

R: Peraturan perusahaan?

A: Ya!

R: Oh. Oke. 

A: Anda baca peraturan perusahaan. Oke?

R: Oke. 

A: Anda saya SP3, sip. Dan kita berdua belum selesai. Akan saya bawa ke polisi. 

R: Silakan. 

A: Sip, siap, makasih. 

R: Sudah ada lagi?

A: Sudah. Dan mulai sekarang, besok, saya minta Anda tidak tugas lagi. 

R: OK. Itu saja?

A: Kita berdua akan berhubungan di polisi. 

R: Ya, saya tunggu. 

A: Siap. Oke ya. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Warga Syiah Sampang Anut Aswaja, Preseden Buruk Toleransi

Program Siswa Asuh Sebaya Bantu Pelajar Berstatus Ekonomi Kurang Mampu

Kabar Baru Jam 8