Ini Dia 6 Titik Rawan Kecurangan Pilpres 2014

KBR, Jakarta- Pokjanas Gerakan Relawan Pengawas Pemilu 2014 menemukan enam titik rawan yang berpotensi melanggar aturan pemilu presiden.

BERITA

Kamis, 05 Jun 2014 14:29 WIB

Ini Dia 6 Titik Rawan Kecurangan Pilpres 2014

pemilu, kampanye hitam

KBR, Jakarta - Pokjanas Gerakan Relawan Pengawas Pemilu 2014 menemukan enam titik rawan yang berpotensi melanggar aturan  pemilu presiden. Koordinator Pokjanas Gerakan Relawan Pengawas Pemilu, Yusfitriadi mengatakan titik rawan kecurangan pada masa kampanye Pilpres ini mampu memprovokasi masyarakat pemilih.

"Kampanye hitam sejak awal saja sudah mewarnai pertarungan pada pemilu presiden tahun ini dengan cukup massive di hampir semua ranah media publik," katanya.

Adapun 6 titik rawan yang berpotensi dalam pilpres ini adalah pertama, kampanye hitam dan isu SARA yang akan menembus tingkatan masyarakat paling bawah. Kedua, keterlibatan Kepala Daerah baik Bupati atau Gubernur yang menjadi timsukses capres-cawapres berpotensi menyalahgunakan kekuasaan maupun fasilitas negara.

Ketiga, keterlibatan pengusaha baik pribumi dan pengusaha asing yang berpotensi mendatangkan pundi-pundi dana untuk pemenangan pasangan capres. Keempat, keberpihakan dan ketidakcermatan penyelenggara pemilu.

Kelima adanya keberpihakan media massa terhadap salah satu pasangan capres yang terlihat pada penayangan iklan dan pemberitaan. Keenam, pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilu yang tidak maksimal akan berpotensi pada penegakan hukum serta perilaku politik yang melanggar aturan.

"Sejuta Relawan Pengawas Pemilu akan kembali menerjunkan relawannya untuk mengawasi penyelenggaraan pemilu presiden 2014 ini diseluruh Indonesia, agar ranah-ranah yang tidak tersentuh oleh penyelenggara pemilu secara struktural itu bisa diambil perannya oleh relawan-relawan yang memang secara kultural mereka berbaur dengan masyarakat dan mudah untuk menemukan hal-hal yang berkembang di masyarakat terkait penyelenggaraan pemilu presiden ini," terang Yusfitriadi dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu, Kamis (5/6).

Anggota Pokjanas Gerakan Pengawas Pemilu, Toto Sugiarto menambahkan saat ini Bawaslu maupun KPU harus mewaspadai pergerakan di media sosial yang belakangan ini munculnya kamapanye hitam saling menjelekan antar pasangan capres.

"Ini kan dilakukan oleh beberapa relawan-relawan bayaran yang berbahaya dapat memunculkan konflik horizontal," ujarnya.

Nantinya, Pokjanas Gerakan Relawan Pengawas Pemilu 2014 akan turut mengawasi proses pelaksanaan Pilpres.

"Kami sudah siap-siap menurunkan relawan dan itu disebarkan ke semua TPS yang bisa dijaga," imbuh Toto.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?