Eva Kusuma: Elektabilitas Jokowi-JK Stabil

KBR, Jakarta - Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla membantah terjadi penurunan elektabilitas atau tingkat keterpilihan dari pasangan capres nomor dua tersebut.

BERITA

Rabu, 18 Jun 2014 22:11 WIB

Author

Eky Wahyudi

Eva Kusuma: Elektabilitas Jokowi-JK Stabil

jokowi, elektabilitas, eva kusuma sundari

KBR, Jakarta - Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla membantah terjadi  penurunan elektabilitas atau tingkat keterpilihan dari pasangan capres nomor dua tersebut. (Baca: Pengamat: Pasca Debat, Elektabilitas Jokowi-JK Naik)

Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari mengklaim elektabilitas pasangan itu masih stabil. Eva mengaku masih menggunakan kekuatan para relawan untuk memperoleh suara. Saat ini PDI-P juga mulai menggerakkan kader-kadernya untuk pemenangan pasangan Jokowi-JK.

Politisi PDI-P itu mengakui sulitnya persaingan dalam meraih suara di beberapa daerah, semisal Jakarta dan Jawa Barat. Namun, Eva optimistis timnya akan mampu memenangkan suara di daerah, termasuk di dua daerah tersebut sebelum masa kampanye berakhir.

“PDI Sendiri, aku pede agar jateng dan jatim itu penyangga kemenangan kita. Baru abis itu bonusnya di Jakarta dan jabar,” katanya kepada KBR, Rabu (18/6).

Eva Kusuma Sundari mengatakan, penyebab menurunnya suara Jokowi-JK di Jawa Barat antara lain karena faktor kampanye hitam. Kampanya hitam saat ini tengah di tangkis oleh para relawan dengan lembaran klarifikasi SARA. Lembaran ini digunakan untuk menjawab kampanye hitam Tabloid Obor Rakyat. Dukungan untuk menangkis isu SARA itu juga disampaikan oleh ormas Islam terbesar NU dengan memberikan perspektif Islam. Agenda baru ini tidak menjadi pembahasan awal dari tim sukses Jokowi-jk. Awalnya tim sukses lebih mengutamakan agar relawan melakukan agenda turun ke jalan  untuk menjelaskan visi misi yang dibawa Jokowi. (Baca: Indobarometer: Jokowi Masih Unggul dari Prabowo)


Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Mahkamah Konstitusi Gelar Sidang Perdana, Perselisihan Hasil Pemilu

10 Tahun UU Narkotika: Seperti Apa Implementasinya?

Sidang Perdana Sengketa Pemilu

Cek Fakta: Misleading Content KPU Panik

What's Up Indonesia