DPT Pilpres di Kuala Lumpur Bertambah 20 Ribu Pemilih

KBR, Jakarta - Jumlah warga Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih pemilu presiden di Kuala Lumpur Malaysia bertambah 20 ribu orang. Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menyebut Daftar Pemilih tetap (DPT) di Kuala Lumpur menjadi s

BERITA

Sabtu, 28 Jun 2014 13:58 WIB

Author

Wiwik Ermawati

DPT Pilpres di Kuala Lumpur Bertambah 20 Ribu Pemilih

Pemilu, pilpres, luar negeri, PPLN, KPU

KBR, Jakarta - Jumlah warga Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih pemilu presiden di Kuala Lumpur Malaysia bertambah 20 ribu orang.

Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menyebut Daftar Pemilih tetap (DPT) di Kuala Lumpur menjadi sekitar 420 ribuan pemilih. Sebelumnya, jumlah DPT hanya 400 ribu orang.

Ketua Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur Tengku Adnan menyebut dari jumlah tersebut sekitar 200-an ribu WNI bakal mengikuti Pemilu Presiden menggunakan jasa pos. Tengku Adnan berharap dengan bertambahnya jumlah pemilih dapat meningkatkan partisipasi untuk ikut pemilu presiden pada Juli mendatang.

"Untuk pemilu yang di TPS itu ada sekitar 126 ribu pemilih yang kami alokasikan. Untuk yang lewat pos pemilihnya paling besar, jumlahnya ada 246.626. Sementara untuk pemilih yang memilih dengan drop box itu ada sekitar 47 ribu pemilih," kata Adnansaat dihubungi KBR.

Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur Tengku Adnan menjelaskan Pemilu Presiden di Kualau Lumpur bakal digelar pada 5 Juli mendatang.
Ada beberapa mekanisma yang yang dilakukan, diantara dengan ke tempat pemungutan suara (TPS) langsung, lewat pos dan drop box.

PPLN Kuala Lumpur mengklaim perisiapan Pemilu Presiden di daerah itu sudah 90 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10