Tok! DPR Sahkan RUU Minerba Jadi Undang-Undang

RUU ini disetujui 8 fraksi, sedangkan yang menolak hanya 1 fraksi yaitu Partai Demokrat.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 12 Mei 2020 18:57 WIB

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

Tok! DPR Sahkan RUU Minerba Jadi Undang-Undang

Sejumlah anggota DPR menghadiri sidang paripurna DPR di Jakarta, Selasa (12/5/2020). (Foto: ANTARA/Muh Adimaja)

KBR, Jakarta - DPR mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) menjadi Undang-Undang.

Pengesahan dilakukan melalui Sidang Paripurna yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

“Kami akan menananyakan setiap fraksi, RUU tentang perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Batubara dapat disetujui dan disiapkan jadi UU? Setuju? Setuju," kata Ketua DPR Puan Mahari dalam sidang tersebut.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan dalam pembahasan RUU ini 8 fraksi menyatakan setuju, sedangkan 1 fraksi menolak yaitu Partai Demokrat.


Koalisi Masyarakat Siap Gugat ke MK 

RUU Minerba termasuk dalam daftar undang-undang yang menuai kontroversi dan mendapat banyak penolakan dari kelompok masyarakat, mirip seperti revisi UU KPK yang disahkan pada 2019 lalu. 

Jaringan Advokasi Tambang Nasional (JATAM) menilai RUU ini hanya menguntungkan pengusaha pertambangan, namun merugikan masyarakat dan lingkungan.

Penilaian serupa juga diamini puluhan organisasi lain yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka pun menyatakan akan menggugat regulasi ini ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita akan menyiapkan langkah-langkah untuk melakukan uji formal tentunya di Mahkamah Konstitusi. Kita juga akan siapkan segera untuk melakukan uji materi terhadap undang-undang (Minerba) ketika sudah disahkan oleh DPR RI," kata salah satu anggota Koalisi sekaligus Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman, Selasa (12/5/2020). 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi