Shipper Indonesia Layani Pengiriman Bantuan Pandemi Covid-19

Gerakan Shipper Care telah menyalurkan 3.000 paket sembako #BagiAsa senilai Rp200 juta untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Mei 2020 10:30 WIB

Author

Adi Ahdiat

Shipper Indonesia Layani Pengiriman Bantuan Pandemi Covid-19

Shipper Indonesia mengirimkan paket bantuan Covid-19 untuk tenaga medis. (Foto: Aria Wicaksana)

KBR, Jakarta - PT Shippindo Teknologi Logistik atau Shipper Indonesia telah menyalurkan 3.000 paket sembako #BagiAsa senilai Rp200 juta untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Melalui gerakan Shipper Care, perusahaan layanan logistik ini menyediakan 1 buah gudang khusus untuk tempat penyimpanan sementara barang donasi, serta beberapa armada pengiriman untuk mendistribusikan donasi ke rumah sakit, puskesmas, dan warga yang berhak menerima donasi.  

Selain menyalurkan bantuan Gerakan #BagiAsa, hingga saat ini Shipper Indonesia juga telah memberi bantuan layanan logistik donasi untuk berbagai lembaga sosial dan organisasi seperti Help to Help, Goods for Good, Co Hope, We Care dan Wadah Bersama, dengan total 470 pengiriman donasi ke 280 rumah sakit dan puskesmas di seluruh Indonesia.

“Saat akan melakukan donasi, para donatur dapat melakukan drop-off barang donasi mereka di gudang Shipper, serta memberikan informasi tujuan donasi. Tim Shipper kemudian akan melakukan pengecekan barang serta memilah barang-barang tersebut untuk setiap tujuan donasi. Setelah itu, barang donasi akan langsung diantar ke lokasi tujuan donasi, sehingga para donatur dapat berdonasi dengan lebih mudah,” kata Budi Handoko dalam siaran persnya, Kamis (14/5/2020).

“Kami percaya bahwa seluruh elemen dapat berperan dengan caranya masing-masing dalam menangani wabah Covid-19. Oleh karena itu, Shipper berkomitmen untuk memberikan bantuan layanan logistik bagi warga terdampak,” ujar Budi Handoko.


Tentang #BagiAsa

Gerakan #BagiAsa merupakan kolaborasi empat media yaitu Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR bersama kantor pengacara Hendra Soenardi. Dalam pelaksanaannya, gerakan ini bekerja sama juga dengan Foodbank of Indonesia (FoI) dan Accelerice.

Gerakan #BagiAsa lahir atas keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak akibat penyebaran virus Covid-19. Sebagian besar dari mereka harus kehilangan mata pencaharian karena PHK atau usaha mereka sepi pembeli. 

Di samping sembako, bantuan juga disalurkan dalam bentuk makanan yang pengelolaan dan pendistribusiannya dilakukan sepenuhnya oleh Foodbank of Indonesia (FoI) melalui tata laksana yang ketat. FoI akan mengontrol kualitas makanan hingga penyaluran ke kelompok yang membutuhkan sesuai dengan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan memperhatikan aspek higienitas. 

Jaringan relawan FoI akan mendistribusikan bantuan ke berbagai  tempat. Sementara itu, kebutuhan makanan siap saji dilakukan oleh Accelerice. 

Gerakan #BagiAsa juga menyalurkan donasi berupa alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang rentan tertular Covid-19.

Demi mendukung Gerakan #BagiAsa, Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR juga melakukan kampanye dan publikasi melalui platform media sosial masing-masing. Individu atau korporat yang ingin terlibat dapat menyalurkan donasi melalui Rekening Yayasan Lumbung Pangan Indonesia di Bank BNI: 2005202055.

Setiap donasi yang diterima dan disalurkan untuk Gerakan #BagiAsa akan diaudit oleh auditor independen. Selain itu, penyaluran bantuan secara rutin akan dilaporkan di kanal media Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR, serta platform media sosial semua pihak yang terlibat dalam gerakan #BagiAsa.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabr Baru Jam 18

Persiapan Pemerintah Hadapi New Normal