Sekolah Ditutup karena Covid-19, Anak Papua Tak Bisa Belajar Online

Tidak semua orang tua murid di pedalaman Papua memiliki televisi atau radio. Bahkan masih banyak daerah di Papua yang belum tersentuh listrik.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 04 Mei 2020 19:11 WIB

Author

Arjuna Pademme, Adi Ahdiat

Sekolah Ditutup karena Covid-19, Anak Papua Tak Bisa Belajar Online

Pelajar SD mengenakan busana tradisional Papua dalam karnaval budaya menyambut HUT ke-74 RI di Wamena, Papua, Sabtu (10/8/2019). (Foto: ANTARA/Iwan Adisaputra)

KBR, Jayapura - Sejak pertengahan Maret 2020 Dinas Pendidikan Provinsi Papua menginstruksikan agar kegiatan belajar-mengajar dilakukan di rumah secara daring demi mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, metode itu tidak bisa diterapkan di wilayah pedalaman Papua karena sulitnya akses internet. Para guru di sana juga sulit dimintai mengunjungi rumah siswa, karena mereka jarang berada di tempat tugasnya.

Masalah ini diungkapkan Agus Kadepa, aktivis pendidikan Papua dari Gerakan Papua Mengajar. 

"Sebelum masa pandemi Covid saja itu aktivitas belajar mengajar di pedalaman Papua itu timbul tenggelam. Makanya mau bicara via online, guru berkunjung dari rumah ke rumah, siapa yang lakukan?," kta Agus kepada KBR, Senin (4/5/2020).

Menurut Agus, upaya pemerintah menyelenggarakan pendidikan lewat kerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI) juga tidak efektif.

Masalahnya, tidak semua orang tua murid di pedalaman Papua memiliki televisi atau radio. Bahkan masih banyak daerah di Papua yang belum tersentuh listrik. 

Agus pun meminta pemerintah membuat strategi khusus untuk menyelamatkan pendidikan di wilayah pedalaman Papua.

"Setidaknya ada pertemuan kelompok-kelompok belajar yang harus dibuat," harap Agus.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta