Jokowi Perintahkan Bulog Serap Gabah Petani

"Manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Mei 2020 11:51 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi Perintahkan Bulog Serap Gabah Petani

Buruh membersihkan gabah yang baru dipanen di persawahan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu (2/5/2020). (Antara/Budi Chandra)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo memerintahkan Perum Bulog untuk terus membeli gabah dari petani, agar harga di tingkat paling bawah dapat terkerek menjadi lebih baik. Jokowi mengatakan, bahwa manajemen pengelolaan oleh Bulog harus dihitung secara detil, agar pasokan dan stok beras dalam negeri dapat tercukupi.

"Mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya detail. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani, sehingga harga di petani menjadi lebih baik," ujar Jokowi saat telewicara video di Kanal Setpres RI, Selasa (5/5/2020).

Jokowi menambahkan, penyerapan gabah dalam negeri, harus terus menjadi perhatian dari Bulog, agar senantiasa menjaga stabilitas harga di tingkat petani yang akan memasuki musim kemarau. Karena itu, Jokowi meminta Bulog tetap fokus dalam memaksimalkan pemenuhan beras di tanah air. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi   juga telah menginstruksikan jajaran Kementerian dan Pemerintah Daerah terkait, dapat mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok di tanah air. Jokowi mengatakan wilayah-wilayah yang rentan terhadap musim kemarau, harus dimitigasi secara cermat, agar pasokan pangan dari daerah penghasil utama tetap lancar dan harga di pasaran tetap stabil.

Surplus

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan neraca beras nasional surplus jutaan ton sampai Juni 2020.

Menurut Kementan, total stok beras nasional untuk periode April-Juni 2020 ada sekitar 14 juta ton dengan rincian:

  • Stok akhir Maret 2020: 3,45 juta ton
  • Panen April-Juni 2020: 10,56 juta ton

Persediaan itu melebihi kebutuhan konsumsi beras nasional periode April-Juni 2020 yang totalnya sekitar 7,61 juta ton atau rata-rata 2,5 juta ton per bulan.

Artinya, sampai beberapa bulan ke depan Indonesia memiliki surplus beras sekitar 6,4 juta ton.

Laporan Kementan ini sejalan dengan laporan Food and Agriculture Organization (FAO), yang menilai Indonesia tidak berisiko kekurangan pangan selama periode April-Juni 2020.


Berita Terkait: FAO: Ini Negara yang Rawan Krisis Pangan di Tengah Pandemi

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste