Jokowi Minta Kawal Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran

"Agar diantisipasi ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk, yang telah kita tetapkan dan diikuti pergerakan sampai ke daerah,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Mei 2020 11:14 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi Minta Kawal Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran

Petugas mendata pekerja migran dari Malaysia sebelum dipulangkan ke Pulau Jawa di Kota Dumai, Riau, Rabu (29/4). (Antara/Aswaddy)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo meminta Kementerian/Lembaga mengawal kepulangan 34 ribu pekerja migran Indonesia, yang akan kembali ke tanah air. Menurut laporan yang diterima Jokowi, kepulangan itu akan terjadi Mei hingga Juni mendatang. 

Diamenginstuksikan agar protokol pengawalan dan standar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara cermat.

"Berkaitan dengan kepulangan pekerja migran Indonesia agar betul-betul berjalan dengan baik di lapangan. Saya juga menerima laporan bahwa pada bulan Mei dan Juni ada kurang lebih 34 ribu pekerja migran Indonesia yang kontraknya akan berakhir," ujar Jokowi saat Telewicara Video di Kanal Youtube Setpres RI, Senin (11/5/2020).

Jokowi mengatakan, kedatangan pekerja migran Indonesia dari pelbagai belahan dunia yang masuk ke tanah air perlu diantisipasi, terutama di pintu-pintu masuk kedatangan. Ia menyebut, jalur bandar udara, pelabuhan laut, hingga jalur darat perlu diterapkan protokol keamanan ketat. Ia pun memerintahkan, agar pergerakan para pekerja migran bisa dipantau hingga sampai ke daerah asal.

"Migran berasal dari Jatim ini ada 8.900 orang kurang lebih. Dari Jateng 7.400, Jabar 5.800, NTB 4.200, Sumut kurang lebih 2.800, Lampung 1.800 dan 500 orang dari Bali. Ini agar diantisipasi ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk, yang telah kita tetapkan dan diikuti pergerakan sampai ke daerah," ucap Jokowi.

"Saya kira kita melihat untuk jalur udara dua pintu masuk di Soetta dan Ngurah Rai, kemudian ABK kapal pesiar juga di Benoa Bali, Tanjung Priok dan juga pekerja migran yang dari Malaysia lewat Batam dan Tanjung Balai," tambahnya. 

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan, bahwa pemberlakuan protokol kesehatan ketat perlu diutamakan. Ia meminta seluruh sarana karantina hingga rumah sakit rujukan bagi pekerja migran disiapkan dengan baik.

"Protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya yang kita miliki dan juga dipastikan kesiapan tempat karantina, dipastikan RS rujukan bagi para pekerja migran kita tersebut," pungkasnya.

Baca: Akibat Pandemi Covid-19, Gaji Buruh Migran tak Dibayar  

Menurut  Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebanyak 126.742 orang pekerja migran telah kembali dari 83 negara. Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengatakan kepulangan para pekerja migran ada yang melalui BP2MI, Gugus Tugas Percepatan Covid-19, atau kepulangan mandiri. 

Kata dia, alasan para pekerja migran kembali ke tanah air karena negara tujuan mereka mengambil kebijakan lockdown atau karantina wilayah, atau habisnya kontrak kerja. 

"Dari 126.742 PMI yang kepulangannya di fasilitasi oleh BP2MI, sebanyak 33.434 memilih kepulangan mandiri. 17.884 PMI yang kepulangannya difasilitasi kepulangannya oleh BP2MI dan 75.424 PMI (pekerja migran Indonesia) yang kepulangannya dalam penanganan Gugus Tugas Nasional," ucap Benny melalui akun resmi BNPB, Sabtu, (9/5/2020).

Kepala BP2MI Benny mengatakan, PMI yang pulang dan merupakan petugas kapal pesiar sebanyak 9.553 PMI. Sementara PMI yang pulang melalui Tanjung Pinang, yaitu Pelabuhan Batam dan Tanjung Balai Karimun, sebanyak 30.649 PMI yang lewat Entikong dan Aruk Kalimantan Barat sebanyak 22.704 PMI serta 296 PMI pulang melalui Nunukan. Sedangkan sisanya pulang melalui sejumlah titik di seluruh Indonesia.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste