Defisit akibat Pandemi, Indonesia Berencana Utang 7 Miliar Dolar

Saat ini Indonesia baru berhasil mendapat komitmen utang senilai US$1,5 miliar dari Asian Development Bank.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 08 Mei 2020 16:19 WIB

Author

Adi Ahdiat

Defisit akibat Pandemi, Indonesia Berencana Utang 7 Miliar Dolar

Ilustrasi. (Foto: Setkab RI)

KBR, Jakarta - Indonesia berencana berutang sebanyak US$7 miliar atau sekitar Rp104 triliun untuk menutup defisit keuangan negara akibat pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) Luky Alfriman, pemerintah Indonesia akan mencari pinjaman ke sejumlah lembaga multilateral yakni:

  • World Bank;
  • Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB);
  • Islamic Development Bank (IDB);
  • Japan International Agency (JIA), dan;
  • Asian Development Bank (ADB).

Luky mengatakan rencana utang Indonesia belum sepenuhnya disetujui oleh semua lembaga tadi.

"Pinjaman ini kan butuh untuk negosiasi, mereka juga harus ada approval. Saat ini kita komitmen 7 miliar dolar AS, tapi masih workout detailnya,” ujarnya kepada Antara, Jumat (8/5/2020).

Kendati masih menunggu negosiasi, Luky mengungkapkan saat ini Indonesia sudah mendapat komitmen utang sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp22 triliun dari ADB.

“Kapan dicairkan? Mudah-mudahan bulan Mei dan Juni,” ujarnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Bersiap Gelar Liga 1 dan IBL di Tengah Pandemi