Anies Larang Warga Jakarta Keluar Jabodetabek

"Seluruh penduduk di DKI dipastikan tidak boleh bepergian keluar (Jabodetabek), kecuali mereka yang karena tugas dan pekerjaannya di sektor yang diizinkan bisa berkegiatan."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Mei 2020 18:26 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Anies Larang Warga Jakarta Keluar Jabodetabek

Kemacetan kembali terlihat di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Diduga karena ada banyak perkantoran yang sudah tidak menerapkan WFH. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meneken Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 yang melarang warga Jakarta keluar wilayah Jabodetabek. Larangan berlaku selama masa Pembatasan Sosial  Berskala Besar (PSBB).

"Dengan adanya Peraturan Gubernur ini, maka seluruh penduduk di Provinsi DKI Jakarta tidak diizinkan untuk berpergian keluar kawasan Jabodetabek. Dibatasi, sehingga kita bisa menjaga agar virus Covid-19 ini bisa terkendali," kata Anies dalam jumpa pers di Pendopo Balai Kota, Jumat sore (15/5/2020).

"Jadi, intinya dengan peraturan ini maka para petugas di lapangan akan memiliki dasar hukum yang kuat untuk mereka bekerja mengendalikan pergerakan penduduk," lanjutnya.

Anies menambahkan larangan itu dikecualikan bagi pimpinan lembaga tinggi negara, korps perwakilan negara asing/organisasi internasional, TNI, Polri, petugas jalan tol, petugas medis, kendaraan logistik yang mengangkut kebutuhan dasar, serta sektor-sektor lain yang dikecualikan selama masa PSBB.

Bila hendak keluar Jabodetabek, orang-orang yang dikecualikan itu juga harus membuat surat izin secara daring melalui laman corona.jakarta.go.id.

"Maka seluruh penduduk di DKI dipastikan tidak boleh bepergian keluar (Jabodetabek), kecuali mereka yang karena tugas dan pekerjaannya di sektor yang diizinkan bisa berkegiatan. Di luar itu, tidak bisa mengurus izin," jelas Anies.

"Di Jakarta sendiri PSBB masih berlaku dan tidak ada kebijakan pelonggaran. Tidak ada kebijakan membolehkan aktivitas seperti sebelum PSBB. Kita sekarang ini di fase yang amat menentukan, sejak Bulan Maret kita mengurangi kegiatan. Tapi kita harus menuntaskan beberapa waktu lagi," lanjutnya.

Berdasarkan data di laman corona.jakarta.go.id per 15 Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 5.679 orang. Sebanyak 1.286 orang di antaranya sembuh dan 474 orang meninggal. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Viral Video Lantunan Lagu Idulfitri dari Umat Katolik

Kasus Covid-19 di Kota Jayapura Diprediksi Terus Meningkat

Cina Pakai Drone 5G Pantau Kualitas Lingkungan Taman di Beijing

Kabar Baru Jam 8