Ahli Epidemi: Kasus Covid-19 Bisa Turun, Tapi PSBB Harus Ditingkatkan

"Mudik dilarang tapi masih ada orang mencuri-mencuri untuk mencari peluang mudik. Kemudian masih banyak orang belum pakai masker, pasar belum diatur. Pasar harus tetap buka tapi harus diatur.”

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Mei 2020 15:45 WIB

Author

Dwi Reinjani, Adi Ahdiat

Ahli Epidemi: Kasus Covid-19 Bisa Turun, Tapi PSBB Harus Ditingkatkan

Warga ramai melakukan ziarah kubur di TPU Cleret, Tegal, Jawa Tengah, meski sudah ada pemberlakuan PSBB, Kamis (23/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi menargetkan kasus penularan Covid-19 di Indonesia harus turun dalam tiga bulan ke depan.

”Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai sesuai target yang kita berikan, yaitu kurvanya juga harus turun, dan masuk pada posisi sedang di bulan Juni, di bulan Juli masuk pada posisi ringan dengan cara apapun,” kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/5/2020).


Berita Terkait: Jakarta PSBB, Tapi 1.050 Perusahaan Masih Diizinkan Beroperasi


PSBB Harus Ditingkatkan

Di kesempatan terpisah, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai target itu mungkin saja tercapai. Tapi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus digalakkan lagi.

“(Target pemerintah) masuk akal, tapi jalankan pembatasan sosialnya harus ditingkatkan lagi, implementasinya benar-benar berjalan," kata Pandu saat dihubungi KBR, Rabu (6/5/2020).

"Kan kita masih melihat, mudik dilarang tapi masih ada orang mencuri-mencuri untuk mencari peluang mudik. Kemudian masih banyak orang belum pakai masker, pasar belum diatur. Pasar harus tetap buka tapi harus diatur,” lanjutnya. 

Pandu menekankan pemerintah harus lebih sering melakukan evaluasi terhadap program-program yang dijalankan selama PSBB.

Ia juga menilai perusahaan boleh saja meminta karyawannya bekerja di kantor asalkan mematuhi aturan dan protokol kesehatan.  

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Malaysia Mulai Terapkan Biaya Karantina Semua WNA Rp16 Juta

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17