Sambut Lebaran, Penukaran Uang Receh Sudah Mencapai Rp172 Triliun

Uang kecil yang paling banyak dicari masyarakat adalah pecahan Rp20 ribu ke bawah. Dan penukaran uang terbesar terjadi di Pulau Jawa.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 29 Mei 2019 14:47 WIB

Author

Adi Ahdiat

Sambut Lebaran, Penukaran Uang Receh Sudah Mencapai Rp172 Triliun

Petugas layanan penukaran uang keliling di Monumen Juang, Bandung, Jawa Barat (21/5/2019). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/nz)

KBR, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai H-7 Lebaran (29/5/2019) penukaran uang pecahan kecil di seluruh Indonesia sudah mencapai Rp172,8 triliun.

Penukaran dilaporkan sudah mencapai 79,6 persen dari total uang receh yang disediakan untuk Lebaran 2019 sebesar Rp217,1 triliun.

Menurut Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, puncak penukaran uang oleh masyarakat akan terjadi pada pekan ke empat Ramadan.

Bank sentral juga sudah menyiapkan antisipasi jika kebutuhan uang kecil untuk penukaran tidak mencukupi.

"Namun, biasanya realisasi penukaran tidak sampai 100 persen dari total uang yang disediakan di Ramadan dan Lebaran. Biasanya hanya sekitar 92 persen," ujar Rosmaya kepada Antara (29/5/2019).


Penukaran Uang Paling Banyak di Pulau Jawa

Deputi Gubernur BI melaporkan, realisasi penukaran uang terbesar terjadi di Pulau Jawa di luar kantor pusat BI, yakni sebesar Rp49,3 triliun.

Di wilayah kantor pusat BI sendiri hanya terjadi penukaran sebesar Rp34,8 triliun.

Sebagian besar penukaran uang dilakukan melalui layanan perbankan dengan total Rp131 triliun. Sedangkan penukaran melalui kas titipan sebesar Rp17,5 triliun.

Uang kecil yang paling banyak dicari masyarakat adalah pecahan Rp20 ribu ke bawah.

BI mencatat penukaran uang pecahan kecil (UPK) sudah 99,6 persen atau sebesar Rp19,8 triliun dari proyeksi kebutuhan uang tunai.

Sedangkan uang pecahan besar (UPB) atau yang pecahan bernominal Rp20 ribu hingga nominal yang lebih tinggi sebesar 70 persen atau sebesar Rp138 triliun dari proyeksi.

Adapun total ketersediaan uang tunai dari BI sebesar Rp217,1 triliun merupakan proyeksi dari kenaikan 13,5 persen dibanding ketersediaan uang tunai Ramadhan-Lebaran pada 2018.

Bank Sentral juga mengimbau masyarakat untuk menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI, perbankan, maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI.

"Hal ini dimaksudkan agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga," kata Rosmaya.

Di seluruh Indonesia, BI bekerjasama dengan perbankan menyiapkan 2.941 titik penukaran uang pecahan kecil, termasuk di wilayah 3T yakni wilayah terdepan, terluar dan terpencil.

(Sumber: ANTARA)

Editor: Citra Dyah Prastuti 

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kala Berbahasa Indonesia Mesti Diatur dalam Perpres

Kabar Baru Jam 10

Basarnas Jabar Targetkan Nol Persen Kecelakaan Laut Pada 2020

Singapura Larang Total Iklan Minuman Manis dalam Kemasan

Kabar Baru Jam 8