Mudik Lebaran 2019, Proyek Pembangunan Jalan Akan Disetop Sementara

“Termasuk pada proyek pembangunan Jalan Tol Layang Cikampek II juga akan dihentikan dan jumlah lajurnya akan difungsikan seperti semula, yakni empat lajur untuk masing-masing arah,” kata Menteri PUPR.

BERITA , NASIONAL

Senin, 06 Mei 2019 15:40 WIB

Author

Adi Ahdiat

Mudik Lebaran 2019, Proyek Pembangunan Jalan Akan Disetop Sementara

Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kawasan Bekasi, Jawa Barat (8/4/2019). Proyek pembangunan di ruas jalan ini akan disetop sementara selama masa mudik lebaran 2019 (Foto: ANTARA/Risky Andrianto/wsj).

Untuk memastikan kelancaran mudik lebaran, pemerintah akan menghentikan sementara seluruh proyek perbaikan dan pembangunan jalan, baik tol maupun non-tol.

“Termasuk pada proyek pembangunan Jalan Tol Layang Cikampek II juga akan dihentikan dan jumlah lajurnya akan difungsikan seperti semula, yakni empat lajur untuk masing-masing arah,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam rilisan Setkab.go.id (6/5/2019).

Menurut Basuki proyek akan dihentikan mulai dari H-10 sampai H+10 lebaran. Sebelum arus mudik dimulai, pihak Kementerian PUPR juga akan membersihkan kawasan proyek supaya jalan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Tempat Istirahat (TI)/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Jalan Tol Trans Jawa sebanyak 71 unit rest area (55 rest area operasi dan 16 rest area konstruksi) yang ada di setiap jarak 20 km.


Kesiapan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera

Menurut Menteri PUPR, untuk mudik lebaran tahun ini pemerintah telah menyiapkan Tol Trans Jawa sepanjang 965 kilometer, ditambah ruas tol fungsional yaitu Tol Pandaan – Malang sepanjang 31 kilometer.

Untuk Sumatera pemerintah telah menyiapkan Tol Trans Sumatera sepanjang 503 kilometer yang terbentang dari Bakauheni (Lampung) hingga Tanjung Morawa (Sumatera Utara).

Kementerian PUPR juga berencana membuka sejumlah tol fungsional di Sumatera, yakni:

1. Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang sepanjang 189 km

2. Kayuagung – Palembang-Betung sepanjang 33 km

3. Medan – Binjai Seksi 1 sepanjang 2,8 km

Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BJPT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, sampai saat ini kesiapan ruas tol fungsional tersebut masih berkisar antara 91 – 95 persen.

“Kita terus lihat perkembangannya, guna memastikan kesiapan jalan tol ini dapat di lalui secara fungsional,” jelas Danang dalam rilisan Setkab.go.id (6/5/2019).


Mobil Tinja dan Tim Tanggap Bencana

Disamping ruas jalan, Kementerian PUPR telah menyiapkan 71 titik rest area di sepanjang Tol Trans Jawa, disertai 10 Mobile Toilet Unit (MTU), 11 unit Bus Toilet, 19 unit mobil tinja, dan 42 unit Mobil Tangki Air yang ditempatkan secara tersebar.

Sedangkan untuk Trans Sumatera, hanya ada 1 tempat istirahat, yakni di ruas Bakauheni – Terbanggi Besar di titik KM 20+700.

Pemerintah telah menyiagakan tim tanggap bencana untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor di sejumlah titik rawan.

Kepala BPJT, Danang Parikesit, juga menghimbau pemudik agar memperhatikan kondisi mesin kendaraan, persediaan bahan bakar, serta menjaga kecepatan saat mengemudi.

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.