Menhan Anggap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Hanya Gertakan

"Siapa yang mengancam? Saya rasa, itu mungkin main-main saja mungkin," ujar Menhan Ryamizard Ryacudu.

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 29 Mei 2019 14:53 WIB

Author

Dian Kurniati

Menhan Anggap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Hanya Gertakan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak memusingkan adanya rencana pembunuhan, yang ditujukan kepada empat pejabat negara, dan satu pimpinan lembaga survei.

Meski kepolisian sudah mengungkapkan rencana pembunuhan itu, tapi Menhan menilai, ancaman seperti itu, bisa saja hanya sekadar "gertakan main-main" belaka. 

Ryamizard mengatakan, rencana maupun ancaman pembunuhan itu bisa saja muncul, lantaran dinamika politik pasca-Pemilu 2019.

Menhan meminta publik tidak terlalu mengkhawatirkannya, karena kepolisian telah melakukan pengusutan atas ancaman dan rencana pembunuhan tersebut.

"Siapa yang mengancam? Saya rasa, itu mungkin main-main saja mungkin," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

"Tapi polisi mulai bertindak?" tanya wartawan.

"Ya saya rasa, enggaklah, masa sebagai bangsa, mungkin ngomong saja itu," jawab Ryamizard.

"Jadi sekadar menggertak?"

"Ya biasalah, kalau orang Betawi ngomong, 'Entar gue gebukin lo', kan belum tentu digebukin."

Ryamizard menilai wajar, munculnya dampak tertentu dari dinamika politik, termasuk dampak adanya pihak yang menebarkan ancaman maupun rencana pembunuhan.

Namun, Menhan tidak menjelaskan latarbelakang analisisnya itu, dengan alasan dirinya bukan seorang politikus.

Kapolri Tito Karnavian mengumumkan, ada empat tokoh nasional, dan seorang pimpinan lembaga survei yang sempat menjadi target pembunuhan, terkait aksi 22 Mei 2019. Nama yang disebut menjadi target adalah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.

Polisi juga menyebut pimpinan lembaga survei juga turut menjadi target sasaran. Tidak ada penjelasan nama. Namun spekulasi di media sosial menyebut nama itu adalah Yunarto Wijaya, Direktur lembaga survei Charta Politika. Ketika dihubungi KBR, Yunarto menolak memberikan tanggapan dengan alasan perlindungan privasi.

Editor: Fadli Gaper  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tak Berpihak Pada Nelayan, Pemerintah Didesak Revisi Perda Zonasi Wilayah Pesisir