Korban Tewas Rusuh Karena Peluru Tajam atau Karet? RS Polri Serahkan pada Puslabfor

"Kami menyerahkan kepada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, untuk menyimpulkan hal itu,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Mei 2019 09:23 WIB

Author

Kevin Candra

Korban Tewas Rusuh Karena Peluru Tajam atau Karet? RS Polri Serahkan pada Puslabfor

AKSI 22 MEI. Korban luka kericuhan Aksi 22 Mei 2019 yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta. (Foto: KBR/Sadida Hafsyah)

KBR, Jakarta- Rumah Sakit Polri  Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur menerima sejumlah korban luka, saat terjadi Aksi 21 dan 22 Mei. Kepala RS Polri, Musyafak mengatakan, korban luka merupakan anggota Polri, dan masyarakat.

Musyafak merinci, 26 anggota Polri terluka, dan sembilan di antaranya menjalani rawat jalan. Sedangkan untuk korban luka dari kalangan masyarakat, berjumlah 13 orang yang masih dirawat secara intensif.

"Untuk masyakarat ada 13 yang kita rawat, yang rawat jalan dan yang sudah pulang juga ada," kata Kepala RS Polri RS Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Musyafak, di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2019).

Ditambahkan Musyafak, para korban rata-rata mengalami luka pada bagian kepala, tangan  dan dada. Tidak sedikit di antara mereka, yang menderita sesak nafas, karena terpapar gas air mata.

Selain korban luka, RS Polri RS Soekanto juga mengauptosi jenazah empat korban meninggal, pada saat aksi unjukrasa menolak hasil Pemilu 2019, yang diwarnai kericuhan antara massa dengan aparat keamanan. Autopsi jenasah dilakukan, untuk menemukan penyebab korban meninggal yang diduga karena tertembak.

Peluru Karet atau Peluru Tajam?

Musyafak mengatakan, autopsi terhadap jenazah Abdul Aziz (28), Raihan Fajri (16), dan Bahtiar Alamsyah (23), berdasarkan permintaan penyidik Polri, dan disetujui oleh keluarga masing-masing. Sedangkan satu jenazah lain, masih belum diketahui identitasnya.

Seluruh jenazah  diidentifikasi penyebab meninggalnya karena luka tembak.

"Semua sudah kita autopsi berdasarkan permintaan dari penyidik dan persetujuan dari keluarga, memang meninggal karena ada luka tembak," katanya.

Sedangkan untuk mengetahui secara gamblang, apakah luka tembak itu akibat penggunaan peluru karet atau peluru tajam, Musyafak mengatakan, RS Polri Soekanto tidak memiliki kapasitas untuk menganalisisnya.

"Kami menyerahkan kepada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, untuk menyimpulkan hal itu," tutur Musyafak.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun