Google Blokir Aplikasi Penyebar Ajaran Ikhwanul Muslimin

Aplikasi Euro Fatwa dianggap berbahaya karena memuat tulisan pengantar dari Yusuf Al-Qardhawi.

INTERMEZZO | BERITA

Kamis, 16 Mei 2019 20:17 WIB

Author

Adi Ahdiat

Google Blokir Aplikasi Penyebar Ajaran Ikhwanul Muslimin

Poster iklan aplikasi Euro Fatwa. (Foto: Twitter/@IslamismMap)

Google baru saja memblokir aplikasi “Euro Fatwa” yang dikembangkan European Council for Fatwa and Research (ECFR), organisasi Islam yang berbasis di Dublin, Irlandia.

Euro Fatwa adalah aplikasi berisi panduan tentang hukum Islam. Aplikasi ini baru diluncurkan di gerai Google Play bulan April 2019 lalu.

ECFR membuat Euro Fatwa untuk muslim di Eropa, supaya mereka bisa memahami dan mematuhi aturan Islam.

Euro Fatwa memungkinkan para pengunduhnya untuk mencari dan membaca berbagai fatwa meski tanpa koneksi internet.

Namun, Google memblokir Euro Fatwa karena dicurigai menyebarkan ujaran kebencian kepada kalangan non-muslim, khususnya kelompok Yahudi.

"Kami akan mengambil tindakan cepat untuk aplikasi apapun yang melanggar kebijakan kami, termasuk yang mengandung ujaran kebencian," tegas perwakilan Google dalam wawancara dengan Arab News (14/5/2019).


Memuat Tulisan Al-Qardhawi

Aplikasi Euro Fatwa dianggap berbahaya karena memuat tulisan pengantar dari Yusuf Al-Qardhawi.

Al-Qardhawi adalah ulama dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang dituduh terlibat sejumlah aksi teror bom bunuh diri di Timur Tengah.

Ia juga dikenal kerap menyampaikan ujaran-ujaran “keras” tentang kelompok non-muslim di media.

Tahun 2007, ia berujar di sebuah acara televisi di Qatar, "Eropa sengsara akibat materialisme, dengan filosofi pergaulan bebas dan pemikirannya yang tidak bermoral, pemikiran tentang kepentingan pribadi dan kesenangan diri. Sudah saatnya ia bangun dan menemukan jalan keluar dari ini, dan ia tidak akan menemukan penyelamat selain Islam."

Arab News juga mencatat, tahun 2009 Al-Qardhawi pernah menyerukan ujaran kebencian di media Aljazeera.

“Ya Tuhan, ambilah musuh-musuhmu, musuh-musuh Islam. Ya Tuhan, ambilah para agresor Yahudi yang berbahaya. Ya Tuhan, hitung jumlah mereka, bunuh mereka satu per satu hingga tidak ada yang tersisa,” ucap Al-Qardhawi saat itu.

Tahun 2017 pemerintah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir memasukkan Al-Qardhawi ke dalam daftar teroris.

Dan pada tahun 2018 pengadilan militer Mesir menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuknya.


Keterlibatan Ikhwanul Muslimin

Anggota parlemen Inggris, Ian Pasiley, mencurigai bahwa kemunculan tulisan Al-Qardhawi di aplikasi Euto Fatwa merupakan bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin, organisasi Islam yang kerap terlibat dalam upaya menggulingkan pemerintah Mesir.

Ian Pasley sempat membuat surat terbuka yang berbunyi, “Telah menjadi perhatian kami bahwa Ikhwanul Muslimin meluncurkan aplikasi Euro Fatwa di Dublin untuk mendidik dan mengeksploitasi mereka yang rentan. Aplikasi ini dikelola dan dijalankan oleh Yusuf Al Qaradawi yang tampaknya aktif di Dublin.”

Anggota parlemen Inggris itu juga mengklaim bahwa aplikasi Euro Fatwa bisa menghasut tindak kekerasan dan penyebaran ujaran kebencian di Inggris.

“Kami ingin otoritas Inggris bertindak dan mendorong Dublin agar menutup sumber daya dan aktivitas (pembuatan aplikasi) semacam ini," tegasnya.

Editor: Agus Luqman
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun