Ekonom: Perang Dagang Ciptakan Gejolak Pasar Global

Perang dagang Amerika-Tiongkok, Indonesia harus fokus memperkuat sektor perdagangan di dalam negeri

BERITA , NASIONAL

Jumat, 17 Mei 2019 15:15 WIB

Author

Valda Kustarini

Ekonom: Perang Dagang Ciptakan Gejolak Pasar Global

Pekerja memproduksi sepatu untuk diekspor di Tangerang, Banten (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada bulan April 2019 mengalami defisit 2,5 miliar dolar AS.

Defisit ini disebabkan menurunnya kinerja ekspor Indonesia seiring memanasnya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menyebut Indonesia harus fokus memperkuat sektor perdagangan di dalam negeri agar bisa bertahan ditengah memanasnya perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. 

"Kalau kita ngomongin neraca dagang kita sendiri, mungkin transaksi antar provinsi kita diperbesar. Kemudian kita mencoba memperbesar kepemilikan Surat Utang Negara sehingga tekanan di pasar keuangan lebih bisa dikendalikan lewat operasi moneter Bank Indonesia," kata Ekonom Yanuar Rizky saat dihubungi KBR, Kamis (16/5).

Yanuar mengatakan isu perang dagang AS versus Tiongkok adalah isu lama dari kedua negara. Kondisi neraca perdagangan dua negara masih stagnan. Namun karena dua negara itu masih membutuhkan pendapatan dari sektor pasar keuangan, maka isu perang dagang ini dibuat untuk menciptakan gejolak di pasar keuangan global.

Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok dimulai pada 2018 lalu. Saat itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan niat menaikkan tarif untuk barang-barang Tiongkok. Menurut Trump ini adalah respons terhadap praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil selama bertahun-tahun, termasuk pencurian kekayaan intelektual AS.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.