Antisipasi Rusuh pada 22 Mei, Polisi Jamin Keamanan Warga

"Silakan beraktifitas. Ya, kita berharap seperti itu, tidak usah khawatir untuk kegiatan di tanggal 22 Mei,"

BERITA , NASIONAL

Senin, 20 Mei 2019 10:13 WIB

Author

Astri Yuanasari

Antisipasi Rusuh pada 22 Mei, Polisi Jamin Keamanan Warga

Mabes Polri menunjukkan barang bukti kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian bekerjasama dengan TNI, menyiagakan puluhan ribu personil untuk mengantisipasi rusuh  pada Rabu, 22 Mei, saat pengumuman rekapitulasi nasional hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), 

Juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan, fokus pengamanan akan dilaksanakan pada sentra-sentra ekonomi, dan simbol-simbol negara, seperti Istana Negara, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Jadi pada prinsipnya, pihak Kepolisian dengan TNI, kita sudah mempersiapkan untuk kegiatan tersebut, sekitar 45 ribu personil sudah kita siapkan," kata Argo Yuwono kepada KBR, Minggu (19/5).

Selain itu, Argo menambahkan, untuk memperlancar arus lalu-lintas, kepolisian juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik jalan, yang akan digunakan untuk aksi massa berunjuk rasa. 

Juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono juga mengimbau, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya pada 22 Mei, untuk senantiasa menjaga ketertiban umum.

"Ya, antisipasi ya semuanya kalau bisa kedua belah pihak antara masyarakat dengan kepolisian. Polisi pun sudah mendeteksi kemana-mananya, ke wilayah juga sudah kita deteksi. Begitu juga dengan masyarakat, misalnya ada kegiatan lain, seperti untuk kegiatan kantor ya silakan beraktifitas. Ya, kita berharap seperti itu, tidak usah khawatir untuk kegiatan di tanggal 22 Mei ya," ujar Argo Yuwono.

Video Testimoni Teroris

Sebelumnya, JAD terdeteksi berencana melakukan aksi teror pada 22 Mei. Juru bicara Mabes Polri Muhammad Iqbal mengatakan, aksi demonstrasi penolakan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019, dijadikan tunggangan kelompok teroris  untuk menciptakan situasi konflik.

Keyakinan itu disimpulkan Mabes Polri, menyusul pengakuan sejumlah terduga terorisme JAD yang berhasil diringkus  tim anti-teror Mabes Polri, Densus 88 sepanjang Mei 2019.
"Mereka sudah merencanakan aksi amaliah atau aksi teror, dengan menyerang kerumunan masyarakat saat 22 Mei nanti, dengan meledakkan bom," kata Iqbal saat konferensi pers di Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat (17/5).
Konferensi pers juga menayangkan video testimoni salah seorang terduga teroris berinisial "DY", yang berencana melakukan aksi teror, pada 22 Mei 2019.

"Saya DY alias J alias B, memimpin beberapa ikhwan untuk melakukan amaliah pada 22 Mei 2019, dengan menggunakan remote. Pada tanggal tersebut akan ada kerumunan massa. Event yang bagus menurut saya untuk melakukan amaliah. Karena pesta demokrasi itu syirik akbar yang membatalkan keislaman," tutur DY dalam video itu.

Editor: Fadli Gaper  
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Jelang Putusan Final MK

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

What's Up Indonesia