Share This

Ricuh Mako Brimob, Jokowi: Negara & Rakyat Tak Pernah Takut

"Perlu saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara."

, NASIONAL

Kamis, 10 Mei 2018 16:21 WIB

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi sejumlah petinggi kementerian dan lembaga saat menyampaikan keterangan soal insiden di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018). (Foto: ANTARA/ Puspa P)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah takkan takut dan memberi ruang untuk terorisme. Sekalipun, para narapidana teroris yang ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sempat membikin kerusuhan hingga menewaskan lima polisi.

"Perlu saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara," kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (10/5/2018).

Jokowi pun menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya polisi dalam bentrok di Mako Brimob yang terjadi sejak Selasa (8/5/2018) malam. Ia lantas memerintahkan Kapolri Tito Karnavian agar memberikan kenaikan pangkat luar biasa.

Ia melanjutkan, negara sangat menghargai jasa lima anggota polisi yang tewas di tengah penanganan kerusuhan tersebut. Jokowi berharap, keluarga para polisi yang tewas itu diberi ketabahan.

Baca juga:

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto bersama Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius, serta Wakapolri Syafruddin menurut Jokowi telah melaporkan seluruh penanganan kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Ia menilai, Wiranto mampu menyelesaikan ricuh yang berlangsung 36 jam tersebut dengan baik.

"Saya telah mendapatkan laporan langsung terkait dengan upaya pengalihan situasi dan pemulihan keamanan di Mako Brimob yang telah selesai dengan cara-cara yang baik."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.