Share This

Buka Pertemuan ulama Afghanistan, Indonesia dan Pakistan, Ini Pesan Jokowi

"Kita tidak boleh putus harapan, apalagi putus asa."

, BERITA , NASIONAL

Jumat, 11 Mei 2018 12:27 WIB

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyalami sejumlah ulama yang mengikuti pertemuan trilateral ulama Afganistan, Indonesia dan Pakistan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyebut kalangan ulama bisa ikut mendamaikan konflik-konflik internal yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, seperti Afghanistan. Hal itu Jokowi sampaikan saat membuka konferensi trilateral ulama Afghanistan, Indonesia dan Pakistan.
Jokowi mengatakan, ulama bisa menjadi juru damai dengan membangun kedekatan untuk dua kelompok yang berkonflik.
"Kita tidak boleh putus harapan, apalagi putus asa. Di sinilah saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat akan perdamaian. Tidak dapat dipungkiri, ini adalah tugas berat sekaligus tugas yang mulia bagi para ulama. Untuk itulah, dengan niat yang ikhlas, pertemuan trilateral para ulama ini Insyaallah akan menjadi kontribusi konkret bagi perdamaian di Afghanistan," kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (11/05/2018).

Jokowi mengatakan, semua negara, terutama yang mayoritas Islam, harus ikut membantu menyelesaikan konflik di Afghanistan yang sudah berlangsung 40 tahun. Menurut Jokowi, ulama dari berbagai negara bisa mengambil peran untuk perdamaian tersebut.

Jokowi mengatakan, pertemuan ulama Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan ini akan merumuskan strategi mendampaikan konflik di Afghanistan. Ia berkata, peran ulama tersebut utamanya dengan mendorong rasa persahabatan dan toleransi.

Jokowi berkata, Indonesia dinilai Afghanistan sebagai negara yang sangat strategis mendorong perdamaian di negara tersebut. Kata Jokowi, permintaan bantuan itu disampaikan langsung Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Selain itu, ia berkata, dukungan untuk perdamaian juga diberikan Presiden Pakistan Mamnoon Hussein, yang menjadi negara tetangga Afghanistan.

Editor: Rony Sitanggang


 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.