Terjaring Razia Celana Ketat, WH Lhokseumawe Bagikan Kain Sarung

"Jangan ada lagi pelanggar yang berkeliaran di pusat kota dan tempat umum, karena akan ditindak tegas oleh WH”

, BERITA , NUSANTARA

Selasa, 16 Mei 2017 18:11 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Terjaring Razia Celana Ketat, WH Lhokseumawe Bagikan Kain Sarung

Razia pakaian ketat di taman Riyaddhah Kota Lhokseumawe, Selasa (16/05). (Foto: KBR/Erwin J.)


KBR, Lhokseumawe– Puluhan remaja terjaring razia penertiban busana muslim di kawasan Taman Riyaddhah Kota Lhokseumawe, Selasa (16/5). Sebagian besar remaja  yang memakai celana ketat dan pendek itu adalah  pelajar dan mahasiswa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Lhokseumawe, Muhammad Irsyadi   membagikan kain sarung bagi para pelanggar tersebut. Kata Dia, sarung  untuk menutupi aurat sebagai pengganti  tersebut.

Menurut Irsyadi  siapapun yang berpakaian tak menutup aurat dan memperlihatkan lekuk tubuh dinyatakan melanggar Qanun nomor 11 tahun 2002 tentang berbusana muslim.

”Kita lihat memang tingkat kesadaran masyarakat sudah berangsur-angsur membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi di sini orang Islam semua, harus benar-benar. Pemerintah juga menginginkan pelaksanaan syariat Islam ini harus dijalankan secara kaffah," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Lhokseumawe, Muhammad Irsyadi, Selasa (16/05).   

Irsyadi melanjutkan, "untuk kain sarung yang disiapkan berjumlah 100 lembar."

Razia penertiban Syariat Islam yang digelar Wilayatul Hisbah itu mendapat pengawalan   aparat gabungan TNI/Polri. Razia pelanggar busana itu terus gencar dilakukan di sejumlah titik di Lhokseumawe.

”Kita  imbau masyarakat untuk taat dengan Qanun syariah. Jangan ada lagi pelanggar yang berkeliaran di pusat kota dan tempat umum, karena akan ditindak tegas oleh WH,” tandasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Pansel Capim KPK Diminta Tak Loloskan Kandidat Bermasalah

Kabar Baru Jam 15

Ngopi Bersama Azul Eps34: Abrakadabra! BUMN Induk

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13