Konflik Lahan Teluk Jambe, Menteri ATR Panggil Pemkab Karawang Pekan Depan

"Mereka pulang ke Karawang, kami selesaikan masalah ini. (Bagaimana formatnya?) Jangan diceritakanlah format."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 04 Mei 2017 13:18 WIB

Author

Dian Kurniati

Konflik Lahan Teluk Jambe, Menteri ATR  Panggil Pemkab  Karawang Pekan Depan

Aksi petani Telukjambe Karawang, Jabar mengubur diri di depan istana kepresidenan.


KBR, Jakarta- Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Sjalil  akan memanggil pemerintah daerah Karawang, Jawa Barat pada Selasa pekan depan. Pemanggilan  untuk membicarakan upaya pemulangan para petani Telukjambe ke wilayah tersebut.

Kemarin Presiden Joko Widodo atau Jokowi berjanji menyelesaikan masalah konflik lahan petani Telukjambe dalam tiga hari. Menurut Sofyan, dia sudah menemukan format pemulangan para petani, dan perlu berdikusi dengan Pemda untuk pelaksanaannya.

"Penyelesaian format sudah ketemu. Tetapi implementasi butuh waktu. Semoga Selasa depan sudah bisa. Karena harus bertemu pemilik tanah dan lain-lain. Format itu harus dikomunikasikan dengan dengan stakeholder, bicara bupati dan lain-lain," kata Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (04/05/2017). 

Sofyan melanjutkan, "mereka pulang ke Karawang, kami selesaikan masalah ini. (Bagaimana formatnya?) Jangan diceritakanlah format. (Bisa dipulangkan ke kampung asal atau direlokasi?) Nanti tunggu saja deh," kata Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (04/05/2017).

Baca: Presiden Janji Selesaikan Konflik Teluk Jambe


Sofyan mengatakan, pemulangan petani Telukjambe merupakan tanggung jawabnya. Pasalnya, dia sudah ditunjuk Jokowi mencari format yang tepat untuk memulangkan petani Telukjambe dengan tenggat waktu sampai besok. Namun, kata dia, pertemuannya dengan bupati Karawang baru akan diadakan Selasa pekan depan.

 

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20