Hari Kebebasan Pers Dunia, Jokowi Minta Media Jadi Penerang

"Media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita yang tidak benar, berita yang bohong, ada hoax, ada ujaran yang tidak baik."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 04 Mei 2017 08:57 WIB

Author

Dwi Reinjani

Hari Kebebasan Pers Dunia, Jokowi Minta Media Jadi Penerang

Presiden Joko Widodo memberikan pidato ketika menghadiri acara peyerahan penghargaan UNESCO/Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2017 dalam World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Jakarta Conventio


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo  meminta Jurnalis  berperan meluruskan kabar yang tidak benar. Presiden juga berpesan  agar  mempertanggungjawabkan kebebasan pers

"Media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita yang tidak benar, berita yang bohong, ada hoax, ada ujaran yang tidak baik. Sehingga masyarakat tercerahkan oleh pelurusan itu," ujar Jokowi kepada wartawan setelah kegiatan World Press Freedome 2017 di JCC, Rabu (05/01).

Ia juga mengatakan bahwa jurnalis harus bisa menjadi penerang bagi masyarakat agar   bisa membedakan berita bohong dengan berita fakta. Dia meminta media mainsteam tidak membuat berita hoax menjadi viral sehingga banyak dikonsumsi publik.

"Wartawan jangan malah kalo ada berita yang tidak benar, malah tidak diluruskan dan malah diangkat atau diviralkan di media sosial," ujar Jokowi.

Disinggung mengenai kebebasan pers dan komitmen pemerintah, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah sudah melaksanakan cita-cita reformasi dengan memberikan kebebasan pers yang sangat luas.

"Kebebasan pers sudah jadi cita-cita reformasi. Tapi yang namanya kebebasan juga harus bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Namun ketika ditanya lebih lanjut tentang sejauh mana pemerintah akan menepati janji kebebasan pers di Papua, Jokowi enggan menjawab dan meninggalkan kerumunan wartawan.

"Sudah ya." Pungkasnya sambil berpaling meninggalkan lokasi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Jumlah Korban Jiwa Akibat Infeksi Virus Corona di Cina Meningkat

Pemkot Balikpapan Menghimbau Warganya Agar Tak Ke Luar Negeri Sehubungan Virus Corona Wuhan

Menyoal Upaya Pemerintah Indonesia Antisipasi Penyebaran Corona Wuhan

Kabar Baru Jam 8