Bagikan:

Serunya Sekolah di Sekolah Kita Rumpin

Sekolah gratis bagi Anak-anak korban sengketa lahan Rumpin, Bogor

BERITA

Selasa, 03 Mei 2016 11:50 WIB

Serunya Sekolah di Sekolah Kita Rumpin

sekolahkitarumpin.com

KBR, Jakarta- Belajar tak melulu harus dilakukan di ruang kelas, tapi bisa di mana pun. Konsep belajar dan mengajar yang unik ini diterapkan di Sekolah Kita Rumpin (SKR). Kegiatan belajar bisa dilakukan di dalam mushola atau di taman baca mini. Berlokasi di  Kampung Cibitung, Rumpin, Bogor, sekolah non formal yang sudah berdiri sejak 2012 itu mengadakan kegiatan belajar mengajar sekali seminggu pada hari Minggu mulai jam 10 pagi hingga jam 12 siang.

Menurut salah satu Kakak, sebutan pengajar di SKR, Hanna Masturina, SKR adalah sekolah alternatif gratis yang ditujukan bagi anak-anak korban sengketa lahan warga dengan TNI Angkatan Udara di Rumpin. "SKR tidak berfokus pada advokasi sengketa lahan tapi lebih kepada penyediaan ruang netral untuk Anak-anak disana", ujarnya.

SKR, kata Hanna, didirikan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak.  "Akibat konflik itu, bentuk trauma nya bukan trauma psikologis yang berat, tapi lebih ke anak-anak merasa kurang percaya diri untuk tampil didepan masyarakat atau khalayak umum." lanjut Hanna.

Materi-materi yang diajarkan pun, kata dia, berupa kegiatan yang bisa mengasah keterampilan anak sesuai dengan ketertarikan mereka. Terdiri dari tiga kelas khusus antara lain kelas prakarya, teater, dan berani bicara. Tak ada aturan khusus seperti di sekolah formal. Bahkan anak-anak berlaku layaknya sahabat si pengajar. "Mereka boleh mengkritik kakak pengajar, dan disediakan buku curhat." tutur Hanna lebih jauh.

Tapi, menjadi pengajar di SKR, kata Hanna tak bisa sembarangan. Relawan profesional istilahnya. Sebelum menjadi pengajar, para relawan diberikan pelatihan khusus dan memiliki komitmen satu tahun untuk mengajar anak-anak di SKR. "Bisa ikut Kelas Berbagi Kita. Ini untuk menciptakan lingkungan yang profesional dengan pembicara pakar pendidikan ataupun pakar pemerhati anak. Adik-adik kita bekalin, masak pengajar tidak dibekali?" katanya.

Mahasiswi semester akhir di salah satu perguruan tinggi negeri ini melanjutkan, pelatihan khusus bagi pengajar sangatlah penting karena 99 persen pengajar SKR bukan pengajar profesional melainkan pegawai swasta, mahasiswa, bahkan siswa SMA.

Kini ada sekitar 30 anak-anak usia PAUD hingga remaja yang menjadi murid SKR. Mereka dibimbing oleh 15 pengajar relawan. 

Hanna berharap sekolah alternatif ini bisa membawa manfaat bagi anak-anak dan masyakat rumpin.  "Meski bukan tak mungkin, SKR bisa sewaktu-waktu ditutup mengingat lokasi SKR berada tepat di wilayah sengketa lahan yang hingga kini belum tuntas."tutup Hanna. 


Editor: Malika

Ruang Publik bisa anda simak setiap Senin-Jumat pukul 9 pagi melalui kbr.id dan radio-radio jaringan KBR di kota Anda. Siaran langsungnya juga bisa ditonton di zeemi.tv.  

Untuk informasi lebih lanjut soal Sekolah Kita Rumpin, anda bisa klik di sekolahkitarumpin.com.


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?