Bagikan:

Kemensos Bina Lansia yang Rawan Masalah Sosial Ekonomi

Lansia dibina dengan memberi keterampilan kerajinan tangan, atau bersosialiasi dengan program Day Care.

BERITA

Minggu, 29 Mei 2016 08:00 WIB

Kemensos Bina Lansia yang Rawan Masalah Sosial Ekonomi

Sejumlah warga Lanjut Usia ( lansia), bermain congklak untuk mengisi waktu senggang, di Panti Asuhan Karya Kasih, Jakarta, Rabu (28/5). Foto: Antara

KBR, Jakarta– Sabtu (29/5) kemarin diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Data Kementerian Sosial menyebut jumlah lansia setiap tahunnya bertambah. Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lanjut usia terbanyak di dunia. Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010, jumlah lanjut usia di Indonesia 18,1 juta jiwa (7, 6% dari total penduduk). Pada tahun 2014, bertambah menjadi 18,781 juta jiwa. Diperkirakan pada tahun 2025, jumlahnya akan mancapai 36 juta jiwa.

Dalam Ruang Publik Kamis (26/05) lalu, Ketua Panitia HLUN 2016, Latifah Naseerie peningkatan jumlah lansia berbanding lurus dengan meningkatnya usia harapan hidup. "Usia (harapan hidup) lansia meningkat hingga usia 72 tahun di tahun 2015," ujarnya.

Peningkatan jumlah lansia ini direspon oleh Kementerian Sosial dengan sejumlah program. Ini karena banyak penduduk usia lanjut yang tidak dalam naungan keluarganya. “Ada keluarga yang justu menelantarkan anggota keluarganya yang telah lansia.” kata Latifah.

Sementara, jumlah tempat perlindungan, seperti panti jompo dan tempat perawatan lansia lainnya masih terbatas.

Pada HLUN 2016 yang mengambil tema “Bersama Lansia, Dari Lansia, Untuk Lansia : Lanjut Usia Berperan Dalam Pembangunan Nasional” Kementerian Sosial berupaya memaksimalkan upaya perlindungan kepada lansia.

Tahun ini Kementerian Sosial fokus pada lansia yang rawan masalah sosial ekonomi. Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial (Kemensos), Caroline Clara mengatakan pihaknya memiliki sejumlah program bagi para lansia, salah satunya adalah pendampingan.

"Yang telantar, tinggal di pedesaan, hidup dengan sesama lansia. Jika lansia masih kuat beraktifitas, kami beri pendampingan", ujar Clara.

Lansia, lanjut Clara, dibina dengan memberi keterampilan kerajinan tangan, atau bersosialiasi dengan program Day Care. Dengan harapan para lansia masih bisa mandiri. Sementara untuk lansia yang tak mampu lagi beraktifitas, Kemensos menyediakan Home Care. 

Pada peringatan HLUN 2016, Kemensos juga menyelenggarakan program Bedah Rumah di Sumenep, Jawa Timur dan 30 unit rumah untuk lansia di Semarang, Jawa Tengah. “Ini agar para lansia yang miskin bisa memiliki rumah layak huni.”tutupnya.

Editor: Malika

Ruang Publik dapat disimak setiap Senin hingga Jumat pukul 9 WIB melalui zeemi.tv dan radio-radio jaringan KBR di kota Anda atau streaming di www.kbr.id 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio