Cabut Class Action, Warga Bawa Kasus Tumpang Pitu ke PTUN

Hingga saat ini masih belum muncul dampak kerugian selama keberadaan tambang milik PT Bumi Suksesindo tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 13 Mei 2016 14:17 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Cabut Class Action, Warga Bawa Kasus Tumpang Pitu ke PTUN

Ilustrasi. Warga melakukan aksi menolak penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi- Warga Desa Sumberagung Banyuwangi Jawa Timur mencabut gugatan Class Action terhadap  PT Bumi Suksesindo (BSI) selaku pemegang kuasa pertambangan di Gunung Tumpang Pitu.

Menurut Kuasa Hukum Masyarakat Desa  Sumberagung, Muhammad Amrullah, pencabutan gugatan itu dilakukan pada Hari Kamis kemarin (12/5) di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Kata dia, pencabutan itu dilakukan setelah dirinya melakukan  koordinasi dengan Walhi, Green Peace dan Jatam.

Amrullah menjelaskan, sesuai peraturan Mahkamah Agung untuk melakukan gugatan Class Action harus ada kerugian yang nyata.  Sementara kata Amrullah, hingga saat ini masih  belum muncul dampak kerugian selama keberadaan tambang milik PT Bumi Suksesindo tersebut.

“Kami nyatakan mencabut bersama. Sebab belum ada dampak.  Belum ada kerugian yang nyata  pada masayrakat. Yang kami takutkan jika satu bulan penetapan dan ditolak masyarakat ini tidak bisa mengugat lagi jika tahun 2017 ada kerugian,”kata Muhammad Amrullah (13/5/2016).

Namun kata Amrullah, pasca pencabutan Class Action ini, Walhi akan melanjutkan gugatan pencabutan Izin Usaha Pertambangan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Amrullah membantah, jika pencabutan Class Action ini, buntut pelaporan  pihak PT BSI terhadap dirinya yang disebut telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Dia memastikan tuntutan untuk pencabutan izin tambang emas di Gunung Tumpang Pitu akan terus disuarakan warga. Dalam waktu dekat warga akan kembali menggelar aksi protes di depan Kantor Bupati Banyuwangi.

Sebelumnya warga Desa Sumberagung yang diperkirakan bakal terkena dampak penambangan emas melakukan gugatan Class Action di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan dilayangkan kepada PT Bumi Suksesindo, PT Merdeka Copper Gold, Bupati Banyuwangi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kepala UPT Perizinan Terpadu Jawa Timur. Turut tergugat adalah Presiden Republik Indonesia. 


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10