Bagikan:

Breakfree : Upaya Bebas dari Batubara

Pawai kreatif suarakan aspirasi warga terdampak industri batubara

BERITA

Sabtu, 14 Mei 2016 19:38 WIB

Breakfree : Upaya Bebas dari Batubara

Aksi Breakfree di Bundaran HI, Jakarta pada Rabu (11/05) lalu. (Foto : Antara)

KBR, Jakarta - Pada Rabu (11/05) lalu, ibukota Jakarta dimeriahkan oleh lebih dari 3000 orang dalam pawai dan karnaval kreatif ala Breakfree dari Bundaran Hotel Indonesia hingga depan Istana Negara. Breakfree adalah kumpulan LSM, yang terdiri atas WALHI, Greenpeace, dan JATAM. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk menghentikan kecanduan energi fosil terutama batubara sebagai sumber energi. 

Ribuan orang yang terlibat terdiri dari berbagai komunitas yang tinggal di perkotaan, mahasiswa, masyarakat umum serta masyarakat korban industri batubara-–mulai dari kawasan pertambangan, PLTU, dan pelabuhan batubara--dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perbincangan di program Ruang Publik KBR edisi Kamis (12/05) pagi, Aktivis WALHI Nasional, Malik Diazin menyatakan, dari hulu hingga hilir industri batubara menghasilkan banyak dampak buruk. Eksploitasi batubara, kata dia, terbukti tak memajukan perekonomian negara.

"Kalau kita banyak menggunakan batubara, justru semakin mengikis perlahan menuju kehancuran alam Indonesia. Pemerintah dengan komitmen 35 ribu megawatt menjadi bukti tidak komit dengan untuk meninggalkan energi kotor. Ini kontradiktif dengan pernyataan Jokowi di Paris Agreement," ujar Malik.

Hal ini ditegaskan Juru kampanye Energi Greenpeace Indonesia, Desriko Malayu. Menurutnya, hampir seluruh daerah di tanah air memiliki potensi energi yang sangat besar. Namun hal tersebut tak relevan dengan pemenuhan energi total di Indonesia. Sebab serapan energi sebesar 60 persen, hanya terpusat di Jawa dan Bali.

"Pada prinsipnya jika energi dikelola secara desentralisasi atau berbasis daerah itu sendiri, tentu tidak akan ada kekurangan pemenuhan energi. Kebijakan di Indonesia, hampir seluruhnya energi yang bersumber dari daerah selain Jawa didistribusikan ke jalur nasional," ujar pria yang akrab disapa Erik itu.

Malik pun menambahkan, oleh sebab itu melalui aksi Breakfree, pemerintah diingatkan kembali untuk memilih energi baru dan terbarukan yang berlimpah semisal energi matahari, angin, air, dan sebagainya.

Tak hanya di Jakarta, aksi Breakfree juga digelar di Cirebon.

Bentuk protes ini mulai menampakkan hasil. Menurut salah seorang warga terdampak bongkar muat batubara, Aan, dampak aktivitas itu sedemikian parah, dari masalah nelayan yang kehilangan mata pencaharian, hingga penyakit gangguan pernapasan. "Nelayan di Desa Kanci Kulon yang ada PLTU 1 tidak bisa melaut. Kini tinggal belasan nelayan yang tetap melaut. Sejak ada PLTU ini, masyarakat juga terkena ISPA juga TBC," ujarnya.

Namun, lantaran kegigihan penolakan warga sejak 2008, aktivitas bongkar muat tersebut belum lama ini ditutup untuk sementara pasca inspeksi mendadak (sidak) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.



Editor: Nurika Manan


Ruang Publik dapat disimak setiap Senin hingga Jumat setiap pukul 9 WIB melalui radio-radio jaringan KBR di kota Anda dan zeemi.tv.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Aturan Jilbab Sekolah Negeri, Lampu Kuning Arah Pendidikan

Most Popular / Trending