Beleid Kantong Plastik Berbayar, Impor Plastik April 2016 Turun 2 Persen

Tren impor plastik dan produk plastik bisa saja kembali meningkat bila pengusaha mulai mengalihkan produksinya ke mainan anak.

BERITA , NASIONAL

Senin, 16 Mei 2016 21:25 WIB

Author

Dian Kurniati

Beleid Kantong Plastik Berbayar, Impor Plastik April 2016 Turun 2 Persen

Ilustrasi foto: Antara

KBR, Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat penurunan impor bahan baku plastik hampir 2 persen pada April 2016. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan impor plastik dan produk plastik karena pemerintah memberlakukan beleid plastik berbayar sejak akhir Februari lalu. Kata dia, pengusaha plastik mulai mengantisipasinya dengan mengurangi produksi.

“Produsen plastik kita gesit sekali. Begitu pemerintah melakukan kebijakan seperti itu, bahwa agar penggunaan plastik yang karena berbahaya untuk lingkungan, sehingga salah satu caranya kita harus bayar untuk beli plastik, kemudian nanti juga ada pajak, sehingga mau tidak mau, para prosuden kita yang memanfaatkan bahan baku plastik, mengurangi produksinya. Kemudian, bahan baku yang berasal dari luar negeri, terpaksa dikurangi,” kata Sasmito di kantornya, Senin (16/05/16).

Sasmito mengatakan, impor plastik dan produk plastik pada April 2016 sebesar USD 570,4 juta. Nilai itu lebih rendah USD 11 juta dari Maret 2016 yang senilai USD 581,5 juta. Sehingga, penurunan impor plastik dan produk plastik sebesar 1,9 persen. Secara kumulatif Januari hingga April 2016, impor plastik dan produk plastik juga mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,46 persen. Pada Januari hingga April 2016, nilai impor plastik dan produk plastik sebesar USD 2,29 miliar, sementara Januari hingga April 2015 nilai impor plastik dan produk plastik sebesar 2,188 miliar.

Sasmito mengatakan, tren penurunan impor plastik dan produk plastik itu bisa saja kembali meningkat apabila pengusaha mulai mengalihkan produksinya di samping kantong plastik. Kata dia, produk potensial dari plastik misalnya mainan anak.

Sejak 21 Februari lalu, pemerintah membelakukan uji coba kantong plastik berbayar pada toko retail. Kantong plastik dihargai minimal Rp 200 per lembar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan uji coba itu selama enam bulan. Jika berhasil, pewajiban kantong plastik berbayar akan diatur dalam Peraturan Menteri. Selain itu, Kementerian Keuangan juga merencanakan pungutan cukai untuk kemasan plastik agar penggunaannya semakin terbatas. Pasalnya, permintaan produk berkemasan plastik sebelumnya menunjukkan tren peningkatan, misalnya pada 2015 naik 7 persen atau naik dari 3 juta ton pada 2014 menjadi 3,2 juta ton.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.