Senin, Parpol Sudah Bisa Menggugat Hasil Pileg

KBR, Jakarta - Sejumlah koalisi partai politik terancam gagal mengajukan calon presiden dan calon wakil presidennya pada Pemilu Presiden Juli mendatang.

BERITA

Sabtu, 10 Mei 2014 13:14 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Senin, Parpol Sudah Bisa Menggugat Hasil Pileg

pemilu legislatif, MK, hadar navis gumay, partai politik, pemilu presiden

KBR, Jakarta - Sejumlah koalisi partai politik terancam gagal mengajukan calon presiden dan calon wakil presidennya pada Pemilu Presiden Juli mendatang. Hal itu bisa terjadi jika muncul gugatan hasil Pemilu Legislatif ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan bisa mengubah hasil Pemilu secara signifikan.


Sebab menurut Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay, saat ini tidak ada satu pun partai politik yang memiliki jumlah suara 25 persen sebagai syarat mengajukan capres dan cawapres. Kata dia, pada Senin pekan depan partai politik akan diberi kesempatan untuk mengajukan gugatan hasil Pemilu Legislatif ke MK. (Baca: Nasdem Dipastikan Ajukan Sengketa Pemilu)


"Bisa jadi. Tapi kamu analisis sendiri apakah itu besar atau tidak. Tapi jadwal ini kan tidak bisa kita harus tunggu proses di MK dulu baru kita lanjutkan pendaftaran calon. Kan tidak bisa begitu juga. Beberapa pihak sudah bisa memperkirakan siapa calon, siapa yang memenuhi syarat dan tidak. Nah cuma kami harus menggunakan data resmi hasil pemilu," kata Hadar Nafis Gumay (10/5).

Hingga kini sejumlah partai politik sudah menyatakan akan menggugat hasil Pemilu Legislatif. Antara lain, PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, PKS, dan PPP, dan Partai Demokrat. Gugatan itu terkait dengan maraknya kecurangan dalam Pemilu Legislatif, April lalu. Bahkan bulan lalu Bawaslu mencatat ada lebih dari 3.500 dugaan pelanggaran Pemilu. Lebih dari 200 kasus adalah pelanggaran pidana Pemilu.


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

Penyadapan Grup WhatsApp oleh Polisi Langgar Privasi Masyarakat

Kabar Baru Jam 7

News Beat