Selamat Datang Bus Scania!

Masih perlu lebih dari 1000 bus untuk layani warga Jakarta.

BERITA

Senin, 12 Mei 2014 16:41 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Selamat Datang Bus Scania!

bus trans jakarta, busway, scania, swedia

KBR, Jakarta –Bus Scania buatan Swedia ini segera lalu lalang di jalanan ibukota dalam wujud bus Trans Jakarta. Pemprov DKI Jakarta menyebut bus Trans Jakarta buatan Swedia ini jauh lebih berkualitas dibandingkan buatan Tiongkok. Dan ini juga yang diharapkan mampu menarik minat warga pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke kendaraan umum. 


Simak wawancara dengan Antonius Kosasih, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta. 


Benar bakal mendatangkan bus-bus buatan Eropa?


“Intinya sebetulnya yang diharapkan Pak Wagub bus-bus yang dipakai melayani penumpang di Jakarta itu harus kelas dunia. Kelas dunia itu satu aman, kedua nyaman, ketiga suspensi dan kondisinya mesti bagus. Karena Pak Wagub bilang kalau orang yang naik mobil harus naik bus tujuannya pada akhirnya mesti dicari yang suspensinya oke, jangan sampai orang naik bus habis itu dia mabuk.”


“Tapi yang paling penting sebenarnya adalah usia pakai bus itu, kita akan membuat standar dimana bus-bus apa yang dipakai negara-negara lain untuk busway mereka. Ada tidak pengalaman di negara-negara lain memakai busway, salah satu contohnya yang kemarin di-launching itu bisa dipakai sampai 25-30 tahun dan kemudian bus bekasnya dijual di Afrika masih laku dipakai di Afrika. Berarti bus itu bisa bertahan 2-3 dekade.” 


Jangan sampai kita menerima  yang bekas ya? 


“Mungkin tidak bekas saya rasa baru juga. Cuma kalau untuk tahan 20-30 tahun berarti busnya harus kualitas yang bagus sekali. Buat kita hitungannya sederhana, Anda keluar uang sejumlah sekian miliar rupiah untuk membeli sebuah bus misalnya harga bus A Rp 3 miliar, harga bus B Rp 5 miliar. Bus A tahan 5-10 tahun, sementara bus yang lain itu tahan 20-30 tahun itu yang mesti dihitung. Kalau misalnya tahan 7 tahun dalam 20 tahun kita mesti beli bus tiga kali, kalau dia tahan 10 tahun dalam 30 tahun sama kita beli bus tiga kali itu yan mesti kita hitung usia pakainya.”


“Jadi kemarin itu arahan Pak Wagub kalau ada bus tahan 5 tahun dan ada bus yang kita mau beli tahannya 20 tahun, berarti bus itu tahannya hanya 25 persen dari waktu. Selisih harganya sampai 25 persen tidak, kalau harganya cuma 25 persennya tidak apa-apa kita beli kan sama saja kita beli itu empat kali. Tapi kalau selisih harganya hanya sedikit sementara daya tahannya dua tiga kali lipat ya mending kita beli yang tahan lama, usia produktifnya jauh lebih panjang dan itu menurut saya penjelasan yang masuk akal.” 


Jadi belum tentu mengambil yang kemarin ikut pameran itu ya walaupun pihak Scania sudah mendatangkan bus seperti Transjakarta ya? 


“Pada dasarnya semuanya akan kita bikin spesifikasi standar. Sekarang ini standar pelayanan minimumnya itu baru kita menghitung waktu, saya rasa pasti nantinya yang akan ditanya juga oleh pemprov dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur adalah bus seperti apa yang membuat orang yang tadinya naik mobil mau naik bus kota dalam hal ini Transjakarta.”


“Bus spesifikasinya harus ini ini, spesifikasi seperti itu yang harus dipenuhi. Apakah harus bus merk itu, di seluruh dunia ada beberapa merk salah satunya yang kemarin launching yaitu Scania. Untuk yang merk lain bagaimana ya itu tadi kalau sampai Anda tidak bisa memenuhi faktor usia produktifnya dari masa operasional busnya harganya berapa, kedua bisa senyaman itu atau tidak. Karena kondisi keamanan dan kenyamanan terutama keamanan pasti kita tidak toleransi, kalau busnya tidak aman sudah pasti kita tidak ambil meskipun murah karena itu nyawa orang.” 


Jadi seperti apa yang akan diputuskan Transportasi Jakarta? 


“Kalau untuk pertanyaan apakah bus-bus yang dari Eropa bisa kita datangkan bisa, tinggal hitung-hitungan sama operator mereka bisa pakai itu berapa lama. Kalau sekarang misalnya setelah habis usia produktifnya kita minta dia diganti ini mungkin usia produktifnya bisa lebih panjang. Operator kan business people mereka mesti menghitung ini balik modal atau tidak, terus ini bisa jalan dengan bagus atau tidak. Kalau mereka tahu bahwa ini bisa tahan 20 tahun berarti kalau misalnya bisa tahan tiga periode ya mereka tahu mereka tidak usah beli bus dalam  tiga kali kontrak.” 


Rencananya tahun depan dua ribuan bus, ini sanggup semuanya datang?


“Kita membuka tender kepada berbagai merk dan kemarin yang di-launching adalah bus  yang besar. Untuk yang APTB dan BKTB itu bukan bus gandeng yang besar itu ya, itu nanti kita lihat dari berbagai merk yang ada. Tapi ada satu syaratnya aman, nyaman, dan juga memiliki usia produktif yang oke.” 


Ini semua bakal pakai gas?


“Kita usahakan semuanya pakai gas.”


Infrastrukturnya kan belum siap juga, bagaimana? 


“Infrastrukturnya itu yang harus kita siapkan. Pada dasarnya kami akan berbicara lagi dengan  Pertamina dan PGN, seharusnya bisa selama mereka mampu membangun SPBG di berbagai tempat. Ada beberapa depo dimana sekarang dijadikan pull bus itu akan kita perbaiki, itu salah satu gol PT Transportasi Jakarta kita akan membuat depo bus yang benar dengan flow keluar masuknya bus rapih, parkirnya bagus. Nanti ada operational maintenance untuk bus-bus dengan merk tertentu, manufakturnya saja mereka silahkan membuka terus kerjasama dengan kita. Setelah itu kita bisa bikin SPBG dimana bus masuk langsung dia isi jadi parkir dalam keadaan terisi. Apakah SPBG luar masih dipakai bisa juga, tapi kalau ada SPBG di situ lebih memudahkan buat bus-bus itu.” 


Baru tahun lalu bus-bus asal Tiongkok datang. Kalau kemudian yang dari Eropa datang kemana bus-bus yang Tiongkok ini? 


“Bus Eropa datang kita masih kurang banyak. Untuk setiap 3 menit ada bus datang itu kita perlu bus banyak sekali, setiap pagi Anda lihat antriannya seperti apa.” 


Sampai dengan 3 menit itu butuh berapa banyak?


“Untuk 3 menit itu bukan cuma bus saja yang kita butuhkan. Pertama yang paling penting kita butuhkan sebetulnya sterilisasi jalur busway, dimana jalur busway harus steril dan tidak ada kendaraan lain selain yang berhak masuk ke jalur busway. Karena kalau ada kendaraan lain masuk itu menghambat misalnya ada motor, mobil atau bus selain Transjakarta.” 


Tapi kalau dari segi jumlah busnya diperkirakan berapa banyak yang dibutuhkan? 


“Kita perlu lebih dari 1.000 bus. Kita ada 12 koridor, koridor 1 saja yang paling kelihatan Blok M-Kota itu kita perlu bus banyak sekali apalagi koridor lainnya yang lebih jauh jaraknya.”     



Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8

Parlemen Korsel Ajukan RUU 'Sulli' untuk Atasi Serangan Komentar Jahat di Medsos

Kabar Baru Jam 7