Bagikan:

SBY: Kepastian Koalisi Demokrat Ditentukan Selasa

KBR, Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat hari ini memutuskan partai itu tidak akan berkoalisi atau mendukung bakal calon presiden dari partai lain. Meski begitu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan putusan Rapimnas

BERITA

Senin, 19 Mei 2014 01:27 WIB

SBY: Kepastian Koalisi Demokrat Ditentukan Selasa

Pemilu, pilpres, Demokrat, SBY, koalisi

KBR, Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat hari ini memutuskan partai itu tidak akan berkoalisi atau mendukung bakal calon presiden dari partai lain. Meski begitu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan putusan Rapimnas belum final.

SBY mengatakan Keputusan partainya untuk berkoalisi akan ditentukan pada Selasa besok. SBY mengatakan keputusan Rapimnas tersebut masih akan dibahas oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Berkenaan dengan sikap dan pilihan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden tahun 2014 ini meskipun keputusan akhir diserahkan kepada ketua umum Partai Demokrat dan mejelis tinggi partai, preferensi Partai Demokrat dalam Rapimnas adalah tidak berpihak dalam arti tidak bergabung dalam kubu manapun, " jelas Ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, Rapimnas Partai Demokrat hari ini memutuskan untuk tidak berkoalisi ataupun mendukung bakal calon presiden dari partai lain.
Keputusan ini dihasilkan setelah melalui voting yang menghasilkan 56 persen peserta Rapimnas menginginkan tidak berkoalisi. Meski demikian, keputusan final akan diumumkan pada lusa besok.

Kepentingan SBY

Keputusan Rapimnas Partai Demokrat yang tidak berkoalisi dengan partai lain dinilai hanya mengamankan kekuasaan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono di partai itu. Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan jika Partai Demokrat berkoalisi dan mengusung bakal calon wakil presiden atau calon presiden maka akan mengancam kekuasaan Ketua Umum SBY.

"Yang rasional itu mencalonkan Dahlan Iskan, tapi ia punya keberatan khusus. Dibuatlah sedemikian rupa, diperlambat, diperlambat sehingga tiba pada kesimpulan tidak perlu mancalonkan. Ini konflik pribadi pak SBY. Yang rasional bagi Demokrat ya mencalonkan Dahlan Iskan, tapi SBY bakal terancam kehilangan kendali atas Demokrat jika keputusan itu diambil. Padahal, ia (SBY) sudah bersusah payah mengambil alih dari tangah Anas Urbaningrum," kata pengamat politik Ray Rangkuti ketika dihubungi KBR, Minggu (18/05).

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?