PKB Menggugat, Panwaslu Jombang Hitung Ulang Formulir C-1 di Dua Dapil

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Jombang, Jawa Timur merekapitulasi ulang formulir C-1. Proses penghitungan yang diikuti oleh Panwascam dan Petugas PPL itu menyusul adanya gugatan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Mahkamah Kosntitusi (MK).

BERITA

Kamis, 15 Mei 2014 20:34 WIB

Author

Muji Lestari

PKB Menggugat, Panwaslu Jombang Hitung Ulang Formulir C-1 di Dua Dapil

pkb, jombang

KBR, Jombang – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Jombang, Jawa Timur merekapitulasi ulang formulir C-1. Proses penghitungan yang diikuti oleh Panwascam dan Petugas PPL itu menyusul adanya gugatan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Mahkamah Kosntitusi (MK). 


PKB menduga ada pencurian suara dalam penghitungan suara Pileg DPRD setempat di Daerah Pemilihan tiga. Anggota Panwaskab, Abdul Wadud Burhan mengatakan, penghitungan ulang dilakukan sebagai pelengkap keterangan dan saksi Bawaslu. 


"Harapan kami ketika nanti kami diundang oleh Bawaslu untuk memberikan keterangan kita sudah mendapatkan data yang akurat dan komperhensif untuk disampingkan dengan data yang melakukan gugatan. Kita masih berjalan artinya kami juga tidak ingin mendahului, yang jelas kami gunakan untuk dibandingkan ketika kami dibutuhkan di sidang Mahkamah Konstitusi,” kata Abdul. 


Selain Dapil tiga, rekapitulasi formulir C-1 itu juga dilakukan pada daerah pemilihan satu. Proses ini melibatkan petugas di enam kecamatan, yakni empat Kecamatan di Dapil tiga dan dua kecamatan di dapil satu. 


Sebelumnya, DPC PKB Jombang melalui DPP PKB pusat menggugat hasil penetapan perolehan kursi dewan yang dilakukan oleh KPUD setempat ke MK. Gugatan itu karena PKB menilai ada indikasi pencurian hasil pemungutan suara tidak sah Pileg, yang terjadi di Dapil tiga. Indikasi pencurian suara itu berdampak pada berkurangnya perolehan kursi dewan sebanyak satu kursi dan menguntungkan partai lain yang memperoleh tambahan satu kursi.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?