Liliyana Natsir: Tugas Kita Main Bagus, Kasih Gelar

Sejak usia 12 tahun hidup dari dan bersama bulutangkis.

BERITA

Senin, 19 Mei 2014 09:29 WIB

Author

Arin Swandari

Liliyana Natsir: Tugas Kita Main Bagus, Kasih Gelar

bulutangkis, uber, liliyana natsir

KBR, Jakarta - Liliyana Natsir tidak lahir dari keluarga atlet. Tetapi sejak kecil ia  menggemari olahraga dan jatuh cinta pada bulutangkis. Di usia 12 tahun Lilyana meninggalkan bangku sekolah dan menghabiskan waktunya hanya untuk bulutangkis. Hasilnya ia kini berada di peringkat dua pemain ganda campuran versi  Federasi Bulutangkis Dunia. Torehan prestasi berderet-deret termasuk tiga kali berturut-turut juara All England bersama Tontowi Ahmad. Reporter  Arin Swandari berbincang dengan Liliyana Natsir baru-baru ini. 

 

Meskipun sangat terlambat, selamat untuk tiga kali-kali berturut-turut juara All England 2012, 2013, dan terakhir Maret 2014  lalu, di ganda campuran bersama Tontowi Ahmad. Sepertinya Tontowi pasangan yang paling klik dengan Anda ya? 


“Kalau bicara yang paling klik, sebenarnya dulu saya pernah berpasangan dengan  Nova Widianto. Klik juga. Awal 2005  kami juara dan bisa memecahkan rekor Christian Hadinata -Imelda Wiguna. Saat itu sudah 25 tahun ganda campuran belum pernah juara dunia. Terus 2007 juga kami juara dunia lagi. Dibilang klik dengan Tontowi juga klik, cuma sekarang mungkin dengan Tontowi kan lebih muda.” 


Menentukan pasangan yang cocok dalam ganda campuran itu seperti apa? 


“Soal partner di ganda campuran, saya percayakan kepada pelatih  Richard Mainaki. Dan beliau kan sudah berpengalaman, juga mencetak prestasi sebagai juara dunia. Pelatih biasanya melihat potensi dengan orang, lalu berbincang dengan saya, cocoknya dengan siapa.”


Lalu membangun sinergi dengan pasangan yang dijodohkan seperti apa? 


“Sebagai pemain senior di ganda ya harus pandai-pandai menyesuaikan. Biasanya saya yang berupaya beradaptasi dengan pasangan saya, siapun dia. Jangan nanti kalau sudah main double lalu susah kalau dipecah-pecah. Karena sebagai pemain ganda ada resiko, setiap saat ada pergantian partner. Jangan karena saya sudah  dengan Tontowi lalu tidak bisa dengan yang lain, tidak bisa. Pemain ganda tidak bisa seperti itu.” 


Kalau begitu harus mampu berdaptasi dengan cepat, apa strateginya? 


“Saya yang lebih berusaha menyesuaikan ke partner yang baru sambil terus berkomunikasi yang penting.” 


Anda juga pernah bermain di ganda putri bersama Vita Marisa. Enak yang mana ganda putri atau campuran? Situasinya berbeda sekali atau bagaimana dibanding dengan main di ganda campuran? 


“Pasti berbeda sekali dalam permainan. Kalau saya sih dari pola permainan saya, menurut pelatih dan teman-teman yang menilai saya, pola saya cocoknya di ganda campuran. Karena saya permainanya banyak di depan, banyak mengatur bola.” 


Karena itu Anda disebut pemain net terbaik dunia dan Tontowi kuat di belakang?


“Ah enggak juga...”


Punya target apa di lapangan? 


“Target tertinggi mestinya saya pengin juara olimpiade, Cuma dalam waktu dekat ini saya ada  Asian Games.” 


Persiapannya sejauh mana? 


“Kita  ada pertandingan atau tidak ada pertandingan selalu latihan, dan itu persiapan buat saya. Mungkin kalau menjelang pertandingan penting, yang membedakan adalah fokus kita. Oh berikutnya Asian Games, kita fokus ke sana, memperhitungkan siapa lawan-lawan terberat kita.”

 

Bagaimana cara membaca lawan?


“Membaca lawan itu misalnya saya ketemu Zhang Nan-Zhao Yunlei (pasangan asal Cina-red)  kan diamati, dan mereka juga sering ketemu saya. Cuma bagaimana caranya ketika kita bertemu dengan mereka lagi, kita tampil dengan improvment yang baru. Kita bisa improvisasi jika mereka sudah tahu permaian kita yang lama, kita improv dengan permainan yang baru.” 


Dari deretan prestasi kemenangan Anda mana yang paling berarti buat Anda? 


“Waktu juara dunia pertama kali tahun 2005. Saya tidak ditargetkan. Waktu itu saya di peringkat empat. Bisa menang itu prestasi luar biasa. Yang kedua waktu All England, karena sudah 33 tahun tidak juara, kita bisa juara. Lalu tahun berikutnya saya juara lagi, juara lagi. Orang lain bilang juara All England itu susah lho, tapi kamu bisa tiga kali.”


Kita ke soal Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonsia, PBSI. Saat ini di PBSI kabarnya ada satu perubahan sistem yang lebih memperhatikan para atletnya. Boleh diceritakan seperti apa? 


“Mungkin banyak terobosan baru, dulu kita kontrak kolektif, sekarang kontrak individu, sponsor milih masing-masing pemain. Banyak terobosan barulah. Jadi kita hanya berfikir bermain-bermain, jadi juara.” 


Apa artinya terobosan itu untuk Anda sebagai pemain? 


“Artinya ya besar. Saya sih berharap, ini konsisten dijalankan jangan nanti berubah lagi. Karena sebagai atlet kan tugas kita kan kasih gelar, kasih gelar. Tapi ini juga jadi satu terobosoan buat kita juga, untuk selalu bermain bagus, kalau bagus  diperebutkan, kalau tidak punya prestasi siapa yang mau. Jadi lebih memacu lah, kalau saya ingin dapat banyak sponsor ya saya harus mendapat banyak prestasi.” 


Banyak yang mensponsori Liliyana Natsir?  


“Puji Tuhan  banyak. Tapi saya  tidak mau terlalu berfikir ke sana. Saya fokus bagaimana berlatih dan juara.” 


Anda setuju, kalau dikatakan dalam tahun-tahun terakhir ini, bulu tangkis kita mulai bangkit?


“Ya, tahun lalu All England bisa kasih dua gelar, tahun ini dua gelar. Saya berharap sih sebagai pemain senior bisa kasih contoh  dan motivasi ke adik-adik untuk sama-sama bisa juara.”   


Anda ingin menjadi pelatih nantinya? 


“Ya tidak bisa dipungkiri saya sudah dikenal orang. Saya bisa seperti sekarang ini kan karena bulutangkis, jadi ada juga sih keinginan nanyi jadi pelatih atau membuka bisnis terkait bulutangkis. Tapi belum terlalu memikirkan, karena kalau saya ngobrol-ngorol juga saya tahu jadi atlet yang baik belum tentu bisa jadi pelatih yang baik.” 


Ada keinginan untuk bisnis?


“Ya ada inginnya properti, tapi ya masih ada keraguan, karena ya sehari-hari hanya berkecimpung di bulutangkis. Saya coba sih investasi-investasi.” 


Investasi apa?    


“Dulu sih juga diarahin sama mama untuk investasi rumah dan ruko. Kebetulan juga nabung valas dan emas. Saya diajari menabung sejak kecil sama orang tua. Karena kita tahu, atlet itu kan ada masanya, dan cari duitnya kan tidak gampang, kalau kita tidak juara ya tidak dapat. Padahal sekolah kan sudah tidak benar, tidak punya pengalaman di yang lain tidak punya modal. Jadi belajar dari pengalaman-pengalaman banyak orang, tidak juga menjamin dia juara-juara lalu keluar dari pelatnas, masih jadi orang sukses, kalau dia tidak bisa mengatur finance atau keuangannya. Jadi ya saya belajar dari banyak orang dan diarahkan juga oleh orang tua.” 


Anda dulu memutuskan berhenti sekolah sejak 12 tahun dan terjun di bulutangkis, ini muncul dari keinginan sendiri?


“Dari keinginan sendiri juga ada karena dasarnya saya suka olah raga, tapi didukung juga sama keluarga, karena kan anak 12  tahun belum bisa ambil keputusan sendiri. Orang tua saya sangat mendukung, sangat suport saya. Saya juga belajar bertanggung jawab, karena sudah  memutuskan pilih meninggalkan sekolah. Orang tua bilang ini masa depan kamu bukan masa depan orang tua kamu, kamu harus bertanggung jawab. Dan sekarang saya sanagat bersyukur, tidak semua orang diberi kesempatan seperti saya sampai saya menjadi yang sekarang ini.” 


Apa kegiatan Anda di luar bulutangkis? Katanya suka billiar dan main games


“Ya paling sama-sama teman-teman, pas weekend.  Seminggu latihan 6 hari, libur Sabtu sehari.”  


Jenuh tidak?


“Pastilah,  latihan setiap hari, pagi bagun sudah di sini. Tidak usah atlit, orang kantoran juga pasti jenuh. Saya menyiasati dengan menikmati, saya enjoy saja. Ini konsekuensi saya harus menyenangi olah raga ini. Kalau jenuh banget, ya nongkrong sama teman, liburan ke tempat dingin atau sebaliknya ke pantai.”  


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perkara Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Diminta Diselesaikan di Luar Pengadilan