Bagikan:

KPU Harus Lebih Aktif Fasilitasi Disabel Saat Pilpres

KBR, Jakarta - Pusat Pemilu Akses Penyandang Catat (PPUA Penca) meminta Komisi Pemilihan Umum untuk pro-aktif mendata pemilih disabel jelang Pilpres Juli mendatang. Sebab mayoritas pemilih difabel tidak tinggal bersama keluarga namun di panti sosial.

BERITA

Selasa, 06 Mei 2014 21:32 WIB

KPU Harus Lebih Aktif Fasilitasi Disabel Saat Pilpres

disabel, pemilu

KBR, Jakarta - Pusat Pemilu Akses Penyandang Catat (PPUA Penca) meminta Komisi Pemilihan Umum untuk pro-aktif mendata pemilih disabel jelang Pilpres Juli mendatang. Sebab mayoritas pemilih difabel tidak tinggal bersama keluarga namun di panti sosial.

Sekretaris PPUA Penca, Adi Gunawan mengatakan kemungkinan besar tidak akan masuk dalam daftar pemilih. Belum lagi, pemilih difabel juga tidak mengetahui jika harus mendaftar ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) jika tidak terdata.

"PPS tingkat kelurahan dan desa, mohon lebih pro-aktif untuk mendata penyandang disabilitas di lingkungannya. Karena banyak penyandang disabilitas yang tidak memahami atau yang tidak mengerti bahwa mereka harus daftar ke PPS kalau mereka tidak terdata. Apalagi bagi mereka yang tinggal di panti-panti sosial. Jadi mereka tidak tinggal bersama keluarganya atau orang tuanya," kata Adi, Selasa (6/5).

Adi Gunawan menambahkan, KPU harusnya membangun Tempat Pemungutan Suara (TPS) di panti sosial seperti panti jompo dan rumah sakit jiwa. Sebab menurut Adi, dalam pelaksanaan Pileg kemarin tidak ada satupun TPS yang dibangun di panti sosial.

Selain itu, ada pula laporan bahwa pendamping tuna netra tidak menandatangani pernyataan sumpah saat membantu mencoblos surat suara.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan