KPU: Polisi Harus Usut Pelaku Kampanye Hitam

KBR, Jakarta - Kepolisian diminta untuk mengusut pelaku kampanye hitam yang mulai masif dalam Pemilu Presiden 2014.

BERITA

Sabtu, 31 Mei 2014 17:04 WIB

Author

Yudi Rachman

KPU: Polisi Harus Usut Pelaku Kampanye Hitam

kpu, hadar gumay, kampanye hitam, jokowi, prabowo

KBR, Jakarta - Kepolisian diminta untuk mengusut pelaku kampanye hitam yang mulai masif dalam Pemilu Presiden 2014. Ini terlihat dari beredarnya sebuah tabloid Obor Rakyat yang berisi kampanye negatif terhadap calon presiden Joko Widodo. Tabloid itu disebarluaskan di sejumlah masjid dan pesantren. 


Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya menyerahkan persoalan penyelidikan dan penyelesaian kampanye hitam kepada polisi. Kata dia, kampanye hitam yang terjadi bisa mengancam etika dan integritas di Pemilu Presiden 2014.


"Soal kampanye hitam memang dibicarakan dengan Bareskrim. Kelihatannya itu akan dicegah dengan bantuan kepolisian dan pihak yang memiliki otoritas dan mengelola tentang ini," ujar Anggota KPU Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (31/5).


Di Jember, Jawa Timur beredar tabloid Obor Rakyat yang berisi kampanye negatif terhadap calon presiden Joko Widodo. Tabloid itu disebar luaskan di sejumlah masjid dan pesantren. Halaman utama tabloid tersebut berisi soal capres boneka.


Tim Pemenangan Jokowi-JK mengaku tidak peduli dengan adanya kampanye hitam tersebut. Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, pihaknya tidak akan melaporkan kampanye hitam ini ke Kepolisian ataupun Badan Pengawas Pemilu. 



Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?