Jika Terpilih, Jokowi Akan Terbitkan PP Alih Fungsi Lahan Pertanian

KBR, Jakarta - Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait aturan pengelolaan dan penggunaan lahan pertanian, jika terpilih nanti. Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla bidang Pertanian, Mindo Sianipa

BERITA

Senin, 26 Mei 2014 11:39 WIB

Author

Eli Kamila

Jika Terpilih, Jokowi Akan Terbitkan PP Alih Fungsi Lahan Pertanian

Jokowi, pilpres, pemilu, program, visi misi

KBR, Jakarta - Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla bakal menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait aturan pengelolaan dan penggunaan lahan pertanian, jika terpilih nanti.

Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla bidang Pertanian, Mindo Sianipar mengatakan, selama ini Undang-undang soal keberlanjutan lahan sama sekali tidak berfungsi, karena tidak ada peraturan turunan.

Selain itu, jika nantinya terpilih, Jokowi-JK akan mendorong pemerintah daerah membuat aturan yang sama dalam bentuk peraturan daerah atau perda.

Mindo yakin, langkah ini mampu menjaga pengurangan lahan pertanian akibat pembangunan rumah atau mal-mal.

“Pemerintah pusat atau nasional lebih dulu harus membuat turunan UU itu (melalui PP). Lalu mendorong daerah untuk membuat aturan perda. Itu untuk menjaga atau mencegah pengurangan lahan pertanian menjadi bukan lahan pertanian, misalnya menjadi mal atau rumah,” kata Mindo di acara Sarapan Pagi KBR, Senin (26/5)

Sejumlah program direncanakan pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut jika lolos di Pemilu Presiden nanti.

Jokowi-JK menyoroti semakin sempitnya lahan pertanian sehingga produksi pangan dalam negeri terus berkurang. Selain membenahi peraturan yang ada, target utama Jokowi-JK adalah menghentikan impor beras karena produksi beras dalam negeri sudah mencukupi.

Di samping itu juga akan meningkatkan produktifitas pupuk alami untuk menekan pengeluaran petani.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

TNI Disusupi Radikalisme

News Beat