Di Balik Rencana Coba Larangan Sepeda Motor di Jakarta

Baru akan diberlakukan setelah tersedia bus tingkat sebagai pengganti.

BERITA

Rabu, 07 Mei 2014 11:11 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Di Balik Rencana Coba Larangan Sepeda Motor di Jakarta

Jakarta, kemacetan, transportasi publik

KBR, Jakarta – Sejak dua tahun lalu, banyak pengamat yang memperkirakan kalau tahun 2014 kemacetan akan makin parah di Jakarta. Panjang jalan yang tersedia tak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas di ibukota. 


Sembari memulai (lagi) Mass Rapid Transit (MRT) untuk Jakarta, maka terobosan yang akan dicoba Pemerintah DKI Jakarta berikutnya adalah menerapkan zona larangan sepeda motor. Zona ini diperlukan seiring dengan pembangunan MRT di Jakarta, utamanya di koridor 1 (ruas Jalan Sudirman dan Thamrin). Rencana ini masih harus menunggu ketersediaan bus tingkat sebagai pengganti sarana transportasi bagi warga. Sementara bagi pengendara motor, bisa menitipkan motor di gedung-gedung perkantoran di jalur tersebut dengan tarif maksimal Rp 5 ribu per hari. 


Seberapa siap Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan rencana ini? Berikut penjelasan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar. 


Apa latar belakang rencana ini? 


“Latar belakang mengapa ada pemikiran untuk melarang sepeda motor, mengingat menggunakan sepeda motor ini sangat berbahaya apalagi dengan kecepatan tinggi. Tingkat kecelakaan sepeda motor itu cukup tinggi sehari di Jakarta rata-rata yang meninggal karena kecelakaan yang melibatkan sepeda motor itu ada 2 orang, jadi cukup fatal akibatnya. Sehingga dengan menerapkan zona larangan sepeda motor diharapkan pindah ke angkutan umum, sehingga tingkat keselamatan berlalu lintas itu lebih baik.” 


Kenapa tidak ada pengontrolan mobil? Bukankah ukuran badan mobil lebih besar?


“Pertama masalah keselamatan. Sementara kalau mobil relatif lebih aman karena dia penumpang atau pengemudinya terlindung plat baja. Alasan utama itu untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, namun tentu untuk melarang sepeda motor harus ada kompensasinya. Kompensasinya apa, nantinya harus tersedia angkutan umum yang benar-benar nyaman, murah, cepat itu kami pastikan dulu tersedia setelah itu melakukan larangan terhadap sepeda motor.” 


Untuk kendaraan angkutan umum ini diharapkan bisa digunakan oleh pengguna jalan ini kapan akan datang? 


“Sekarang sedang disiapkan. Jadi memang pertanyaannya larangan sepeda motor ini kapan, yaitu ketika nanti angkutan umum penggantinya itu tersedia dulu ini yang sekarang sedang diupayakan.”


Wilayah mana saja yang akan dilarang untuk jalur sepeda motor selain Sudirman dan Thamrin?


“Ini masih perencanaan. Namanya perencanaan kemungkinan lokasinya bisa beberapa bisa di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said. Artinya jalan yang memang secara visual terlihat jumlah lalu lintasnya cukup tinggi.” 


“Ada pemikiran itu digratiskan. Tapi apakah nanti benar-benar gratis atau mungkin murah. Misal gratis khawatir juga banyak orang iseng naik turun.” 


Untuk masyarakat yang beraktivitas di wilayah Sudirman dan Thamrin ini jika mereka membawa sepeda motor, apakah ada tempat penitipan? 


“Kita akan rencanakan dulu dengan baik, tidak ujug-ujug melarang begitu saja. Kita sedang rancang mulai angkutan umumnya, tempat menitipkan sepeda motor, mekanisme pembayarannya apakah gratis atau cukup menunjukkan bukti bahwa dia membawa motor untuk naik kendaraan umum.”


Untuk kendaraan-kendaraan yang sekarang sedang dipesan ini targetnya berapa secara keseluruhan di DKI Jakarta?


“Tambahan bus itu bervariasi. Karena kalau kita bicara jalur Sudirman dan Thamrin tentu kebutuhannya bukan hanya bus tingkat saja yang sempat disebut sebagai pengganti ini juga bus Tranjakarta juga ditambah. Kemudian kenapa motor saja, mobil juga akan dibatasi bukan hanya motor. Jadi kita mengatur penggunaan kendaraan, penggunaan sepeda motor kita atur dan penggunaan mobil pun kita atur. Mungkin sudah pernah terinformasi soal rencana road pricing, untuk mobil nanti juga dikenakan sehingga naik mobil itu mahal.”        


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18