Inilah Lima Fase dalam Tidur

KBR68H, Jakarta - Mengantuk merupakan sesuatu yang wajar dan dirasakan setiap orang. Bahkan Ada kalanya orang mengantuk saat bekerja.

BERITA

Rabu, 01 Mei 2013 08:19 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Inilah Lima Fase dalam Tidur

tidur, lima fase, mengantuk

KBR68H, Jakarta - Mengantuk merupakan sesuatu yang wajar dan dirasakan setiap orang. Bahkan Ada kalanya orang mengantuk saat bekerja. Penyebab umum dari mengantuk adalah kurang tidur. Tapi benarkah hanya itu? Anda harus tahu, bahwa mengantuk bisa menjadi gejala awal suatu penyakit.

Endang seorang pegawai swasta di Jakarta, selalu mengantuk sekira pukul 10 pagi atau setelah makan siang. Makan siang bukannya menambah energi untuk melanjutkan aktivitas, Endang malah mengantuk. Padahal malam hari, dia juga mudah untuk tidur.

Menurut Dokter Mangatas Manalu dari RS. Restu Jakarta, ngantuk setelah makan adalah normal. Ini karena aliran darah dikonsentrasikan ke usus untuk menggiling makanan, sehingga aliran darah dan okseigen ke otak berkurang. Sementara ngantuk di pagi hari yang dialami Endang, Dokter Mangatas Manalu mengatakan ada beberapa kemungkinan seperti tidur malam sebelumnya tak mencapai tidur yang berkualitas.

Dalam tidur ada 5 fase, yang pertama drowsiness, yakni seperti agak teler. Kedua adalah light sleep yakni ngantuk yang masih ringan, ketiga Deep Sleep, Keempat Very Deep Sleep dan fase kelima adalah REM (Rapid Eye Movement). Pada REM ini  ketika kita tidur, bola mata bergerak-gerak di dalam kelopak mata yang tertutup. Saat itu otak memerintahkan organ tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Seseorang bisa saja terlelap dalam fase yang ketiga dan sudah bisa bermimpi, namun belum tentu dia mencapai REM. Salah satu ciri tidur yang berkualias atau REM adalah segar dan bersemangat ketika bangun tidur.

Kemungkinan kedua mengapa  seseorang mudah sekali mengantuk adalah soal kebugaran tubuh seperti lancar tidaknya peredaran darah, jadi perlu dilihat apakah olahraga sudah cukup atau kurang. Menurut Dokter Mangatas Manalu, kita bisa berolahraga 5 atau 6 jam sebelum tidur malam. Misalnya ketika kita tidur pukul 10 malam, maka kita berolahraga pukul 5 sore sekira 30 menit jam. Ini akan membantu mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Menurut Dokter Mangatas Manalu dari RS. Restu Jakarta, tidur dan makan sangat penting, you are what you eat, yoau are how you sleep.

“Kalau kita tidak tidur dengan baik maka, fungsi kognitif dan fungsi berpikir dan serta mengambil keputusan cenderung tergesa-gesa, juga gampang sekali marah. Dan faktor mengantuk ini bisa juga mengakibatkan kecelakaan dalam berkendara,”jelasnya.

Untuk bayi, lama waktu tidur sekira 16 hingga18 jam. Menginjak anak-anak waktu tidur rata-rata 9 hingga 10 jam. Kemudian bagi orang dewasa 6 hingga 8 jam. Di atas usia 50 tahun, 4 hingga 6 jam sudah mencukupi.

Faktor lain yang menyebabkan mengantuk bisa dari hormon, atau traumatik seperti anak yang pernah disiksa sehingga dewasanya suka bermimpi buruk, juga bisa akibat obat-obat tertentu seperti obat flu yang bisa mengakibatkan ngantuk atau malah tidak bisa tidur.

Mengantuk juga bisa mengindikasikan metabolisme yang buruk. Adapun salah satu penyakit yang diderita seseorang yang mudah mengantuk adalah penyakit struk. Dokter menyarankan selain makanan sehat, olahraga dan pola hidup yang sehat, tetapkan waktu tidur.  Jangan bawa pekerjaan di tempat tidur, jangan minum kopi atau merokok terutama menjelang jam tidur karena nikotin dalam rokok misalnya akan membuat otak excited.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Presiden Didesak Taati Tuntutan Usai Kasasi Karhutla Ditolak MA

News Beat

Kabar Baru Jam 7