Hidayat: PKS Bisa Masuk Tiga Besar di Pemilu 2014

KBR68H, Jakarta

BERITA

Senin, 06 Mei 2013 14:04 WIB

Author

Doddy Rosadi

Hidayat: PKS Bisa Masuk Tiga Besar di Pemilu 2014

PKS, hidayat nur wahid, pemilu 2014

KBR68H, Jakarta – Salah seorang deklarator Partai Keadilan Sejahtera PKS Hidayat Nur Wahid tidak menutup mata tentang pandangan publik terhadap partainya. Misalnya, ia tahu jika publik menilai masa depan PKS di kancah perpolitikan rontok setelah Komisi Pemberantasan Korupsi KPK menangkap Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq beberapa waktu lalu. Tapi, penggemar serial cerita silat Kho Ping Ho ini malah optimistis partainya masih akan bisa bertengger di jajaran atas dalam perolehan suara pemilu nanti. Atas dasar apa ia begitu percaya diri akan masa depan partainya ini? Kepada Jurnalis PortalKBR Doddy Rosadi, bekas Ketua MPR Hidayat Nur Wahid memaparkan sikap dan pandangan politiknya mulai dari kehidupan rutin sehari-hari.

Apakah anda ada persiapan khusus setiap hari Senin?

Tidak secara khusus karena bagi kami setiap hari adalah kegiatan yang harus kami persiapkan. Justru biasanya senin pagi pulang dari luar kota, biasanya hari Jumat, Sabtu, Minggu keluar kota kegiatan partai, konstituen, dan sebagainya. Kemudian kegiatan biasanya kami Senin pagi kami mulai rapat pimpinan fraksi untuk mengevaluasi kerja seminggu yang lalu dan seminggu ke depan. 

Terkait PKS berdasarkan survei dari sejumlah lembaga survei perolehan suara PKS terus menurun. Anda masih percaya dengan hasil-hasil dari lembaga survei?

Pertama kami hafal dengan lembaga survei, kami tahu naik turunnya, kami tahu lika-likunya, dan bagi kami lembaga survei bukan hantu yang harus ditakuti tapi juga bukan tuhan yang menentukan segalanya. Karenanya bisa kita ambil sebagai motivasi agar kita jalan lebih baik lagi kalau surveinya rendah, kalau tinggi kita anggap sesuatu apresiasi lembaga survei kepada kita.
 
Kasus yang menimpa bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak ini apakah sudah dievaluasi oleh partai? seberapa besar pengaruh ini terhadap perolehan suara pada 2014 nanti?

Secara prinsip kami mengevaluasinya dengan kasus pemilihan gubernur di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Kalau terjadi hal yang sangat luar biasa maka dampaknya sudah harus terjadi saat pilgub di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Jadi semua orang tahu bahwa dampaknya luar biasa, yaitu justru ternyata PKS tetap dimenangkan oleh rakyat Jawa Barat dan rakyat di Sumatera Utara. Bahwa kemudian pilgub berbeda dengan pemilu nasional, tetapi apa yang digembar-gemborkan publik bahwa PKS dengan peristiwa ini menjadi terjun bebas tapi ternyata dari dua kasus ini tidak seperti yang dibayangkan. Kemudian tentu saja kami tidak bisa menafikan kasus ini sekalipun sampai hari ini KPK belum memutuskan vonis hukum apa, karena masih mengumpulkan bukti, alat bukti, dan sebagainya.

Masih optimis PKS bisa masuk lima besar?

Iya bahkan target kami tiga besar. Perjalanan kami ke mayoritas daerah seluruh Indonesia, termasuk luar negeri kami lakukan konsolidasi kader kami di Istanbul luar biasa kawan-kawan kami menghadirkan gairah yang amat sangat tinggi untuk merealisasikan tiga besar itu, bahkan untuk Jakarta targetnya satu besar.

Langkah konkret apa yang dilakukan PKS untuk mencapai tiga besar itu?
 
Di antara langkah yang utama adalah mengulangi dan melanjutkan langkah-langkah yang dulu sudah kami lakukan dan menghadirkan dalam konteks Jakarta menjadi pemenang di Jakarta tahun 2004. Salah satu yang kemudian menjadi tradisi kami adalah soliditas kader dan maksimal bekerjanya mesin politik partai. Kemudian kader-kader kami semakin dewasa, semakin menjadi tokoh di masyarakatnya, semakin menjadi duta bagi masyarakatnya. Mereka mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi langsung dan bisa dipercaya oleh masyarakat, komunikasi langsung ini insyaallah bisa jadi jawaban terhadap beragam fitnah, opini negatif.

Partai berbasis Islam selama ini biasanya kesulitan meraih suara dari wilayah Indonesia timur. Apakah PKS punya taktik tersendiri untuk meraih suara dari wilayah Indonesia timur?

Kami di Indonesia timur mendapat kepercayaan yang cukup. Salah satu ukurannya adalah pada tahun 2004 kita mempunyai anggota DPR dari Maluku dan Maluku Utara, pada periode itu kita juga punya Wakil Gubernur Maluku Utara. Untuk di Papua kami diajak jadi bagian dari koalisi mendukung gubernur terpilih, beberapa anggota DPRD dari asli warga Papua.
Dari nama-nama caleg yang sudah diajukan ke KPU apakah ada yang non Islam?
Kalau untuk DPR semuanya muslim, karena itulah yang diajukan kader-kader kami di seluruh daerah di Indonesia.

Kalau untuk DPRD ada?

Ada. DPRD provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, NTT.

Anda ikut lagi di pemilu legislatif, sudah ada gambaran berapa besar dana yang disiapkan?

Lebih tepatnya bukan ikut tapi diikutkan kembali. Karena kami di PKS tidak menggunakan terminologi mendaftar atau minta untuk didaftar. Saya ditugaskan oleh partai untuk masuk dalam pencalegan kembali, saya dikembalikan ke Jakarta Selatan, Jakarta Pusat. Tentang dana kami dari awal tidak pernah orientasi utamanya adalah dananya berapa dan partai tidak pernah membebani kami harus bayar berapa. Kami akan melakukan kerja-kerja sebagaimana yang telah kami kerjakan. Pertama berdasarkan organisasi yang kami kelola itu, struktur akan bekerja, kader akan bekerja, semuanya akan melakukan kegiatan yang masif untuk pemenangan pemilu. Tentu dengan cara ini maka anggaran bisa diminimalisir, memang tidak mungkin tidak mengeluarkan anggaran karena kita pasti memerlukan adanya pengenalan publik terhadap kita dengan membuat brosur, pamflet, baliho, dan sebagainya. Saya berharap bahwa ini bukan sesuatu yang harus menghadirkan pembiayaan besar yang nanti menghadirkan sebuah bayangan bahwa anggota DPR akan melakukan sekian banyak manuver untuk mengembalikan modal.

Apakah PKS sudah mempersiapkan calon sendiri untuk pemilu presiden?

Ada syarat yang harus dilalui dan syarat itu adalah presidential threshold yang sampai hari ini belum diputuskan. Kami belum membicarakan ini secara prinsip, karena kami tidak ingin mendahului waktu. Kalau kemudian nanti misalnya ternyata presidential threshold ini tetap 20 persen sementara PKS mendapat 10 persen. Kemudian kami akan menentukan sikap setelah pemilihan legislatif diketahui hasilnya, kalau kami ternyata mendapat 15 persen pasti akan ada yang dicalonkan.

Anda termasuk salah satu penggemar berat Kho Ping Hoo, bisa diceritakan sejak kapan anda membaca Kho Ping Hoo dan kenapa tertarik?

Saya membaca Kho Ping Hoo sebelum masuk SD. Sejak saya di TK saya membaca Kho Ping Hoo, lingkungan saya gemar baca, keluarga besar saya adalah guru. Saya terbawa baca Kho Ping Hoo gara-gara paman saya. Mengapa saya suka pertama karena sejak kecil saya membaca itu, kedua saya orang Jawa yang suka silat Jawa. Kenapa membaca secara khusus, banyak imajinasi yang terkait dengan kekuatan manusia bisa begitu dahsyat, dengan persilatan bisa luar biasa, dengan latihan tertentu bisa memaksimalkan potensi diri dan selalu ditampilkan tokoh yang positif dan negatif. Selalu bagaimana diajarkan tentang hidup itu adalah perjuangan, tapi yang selalu menang adalah tokoh yang membawa pada kebenaran.

Bagaimana anda membagi waktu kegiatan sehari-hari dengan membaca?

Kalau Kho Ping Hoo saya tidak lagi karena sudah wafat dan karya beliau sudah selesai. Saya selalu katakan kepada mahasiswa ketika anda mahasiswa pergunakan waktu semaksimal mungkin untuk membaca sebanyak-banyaknya. Karena kalau anda sudah sibuk dengan kegiatan-kegiatan, apalagi kegiatan resmi kenegaraan dan sebagainya waktu anda tidak seleluasa seperti sekarang ini. Sekarang ini yang bisa dilakukan saya sering membaca secara cepat jadi judul buku, membaca pengantarnya, baca judul bab-babnya, saya buka secara cepat, kemudian saya baca penutupnya. Kalau baca detail kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi.

Apabila sudah tidak terlibat lagi dalam dunia politik kira-kira anda ingin melakukan apa?

Saya sesungguhnya sebelum di dunia politik saya sudah biasa di dunia akademik, dunia sosial, dunia kemasyarakatan. Kalau itu saya lanjutkan kembali saya kira tidak berarti saya akan kehilangan kegiatan atau meninggalkan kegiatan politik. Saya kira kegiatan politik ini tidak mungkin ditinggalkan begitu saja, dalam arti orang membayangkan kalau kita sudah tidak jadi anggota DPR atau pimpinan negara kemudian kegiatan politik selesai, padahal kegiatan politik itu kegiatan sepanjang waktu.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18