Demo May Day 2021, Bagaimana Respons Satgas Covid-19?

Pemda mesti mempersiapkan pelayanan rumah sakit untuk mengantisipasi penambahan kasus pascademo.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 30 Apr 2021 09:50 WIB

Author

Heru Haetami

Demo May Day 2021, Bagaimana Respons Satgas Covid-19?

Ilustrasi aksi demonstrasi buruh. Foto: bpjsketenagakerjaan.go.id

KBR, Jakarta- Puluhan ribu buruh di Indonesia berencana melakukan aksi demo untuk memperingati Hari Buruh Internasional alias May Day pada 1 Mei 2021. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan buruh yang akan mengikuti aksi rencananya berjumlah 50 ribu orang.

“Mereka tersebar di 3.000 perusahaan/pabrik, 200 kabupaten/kota, dan 24 provinsi. Seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Aceh, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, dan sebagainya,” kata Said Iqbal melalui keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

Rencana ini mendapat respons dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah mempersiapkan antisipasi kerumunan massa dalam aksi demonstrasi buruh. Kata Wiku, pemda juga mesti mempersiapkan pelayanan rumah sakit untuk mengantisipasi penambahan kasus pascademo.

"Antisipasi terjadinya kerumunan akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 di daerah yang terdiri dari pemerintah daerah setempat, khususnya di kota-kota besar yang menjadi lokasi unjuk rasa dan termasuk juga kesiapan fasilitas penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit daerah," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (29/4/2021)

Wiku menegaskan kegiatan yang melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro akan ditindak oleh pihak kepolisian sesuai dengan undang-undang.

"Di masa pandemi saya meminta kepada siapa pun yang ingin melakukan aktivitas Hari Buruh Internasional untuk betul-betul mempertimbangkan berbagai konsekuensi yang terjadi seperti potensi penularan Covid-19 yang dapat terjadi," katanya.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta