Berpacu dengan Waktu, Oksigen KRI Nanggala Hanya Cukup Sampai Sabtu

Dari alat pendeteksi KRI Rimau, ditemukan kemagnetan tinggi di suatu titik yang kedalamannya kurang lebih 50—100 meter melayang di dalam air. Diharapkan itu kapal selam yang dicari.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Apr 2021 22:35 WIB

Author

Astri Septiani

Berpacu dengan Waktu, Oksigen KRI Nanggala Hanya Cukup Sampai Sabtu

KN SAR Antasena 234 di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021), untuk membantu mencari KRI Nanggala. (Foto: ANTARA/Budi Candra)

KBR, Jakarta - Pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali 21 April 2021 berpacu dengan waktu.

Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono memperkirakan, oksigen dalam kapal selam tersebut hanya mampu bertahan hingga 72 jam dalam kondisi black out.

"Kemampuan oksigen KRI, apabila kondisi yang diperkirakan black out seperti sekarang ini mampu (bertahan) 72 jam atau kurang lebih tiga hari. Sehingga kalau kemarin saat hilang kontak jam 3, nanti bisa sampai Sabtu jam 3. Sehingga 72 jam ," kata Yudo saat konferensi pers daring Kamis, (22/4/2021).

Dia berharap KRI Nanggala-402 bisa segera ditemukan sebelum oksigen tersebut benar-benar habis.

terkait dengan indikasi pergerakan bawah laut yang ditemukan pada hari Rabu kemarin, Yudo mengatakan temuan itu adalah rumpon bawah laut. Keberadaan rumpon tanah laut ini memiliki kemagnetan sangat lemah.

Sementara yang baru saja di temukan, kata Yudo, dari magnetometer KRI Rimau ditemukan kemagnetan tinggi di suatu titik yang kedalamannya kurang lebih 50—100 m melayang di dalam air.

Dia berharap kemagnetan yang tinggi tersebut berasal dari KRI Manggala.

"Mudah-mudahan nanti sore kami bisa aksi menggunakan mutlybeam echosounder yang sekarang kami pasang di KRI Rimau Portable dan mudah-mudahan KRI Rigel bisa datang. Ini nanti bisa lebih rinci lagi supaya ditemukan apa yang memiliki kemagnetannya tinggi itu," tambahnya.

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) saat melaksanakan latihan penembakan torpedo. Kapal selam itu membawa 53 awal kapal.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri