Aktivis Lingkungan Malang Gaungkan Gerakan Puasa Sampah Plastik

Komunitas Envigreen Society UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyebut Kali Brantas telah tercemar limbah sampah plastik

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 15 Apr 2021 13:43 WIB

Author

Eko Widianto

Aktivis Lingkungan Malang Gaungkan Gerakan Puasa Sampah Plastik

Anggota komunitas Environmental Green Society membawa poster saat melakukan Kampanye bertajuk Puasa Plastik di depan Balaikota Malang, Jawa Timur. (Ari Bowo Sucipto/Antara)

KBR, Malang- Sejumlah aktivis lingkungan dari 15 organisasi dan komunitas mendeklarasikan puasa sampah plastik di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur. Mereka menuntut Pemerintah Kota Malang menyediakan layanan pengolahan sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Mereka juga mendesak Pemkot mengeluarkan Peraturan Daerah yang melarang penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Koordinator aksi puasa plastik, Alfin mengatakan, pengendalian penggunaan plastik harus segera dilakukan. Ini menyusul adanya penelitian Komunitas Envigreen Society UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang menyebut Kali Brantas telah tercemar limbah yang berasal dari sampah plastik. Kata Alfin, setiap hari, sekitar 2.000 ton sampah asal Malang mengalir ke Kali Brantas.

"Marhaban ya Ramadan, waktunya prei mangan (berhenti makan), prei ngombe (berhenti minum), prei plastik sekali pakai. Setiap hari tas kresek. Sedotan, sachet kita gunakan dan kita buang. Karena pemerintah Kota Malang tak mampu mengolah sampah," kata Alfin dalam orasinya, Kamis (15/4/2021).

Para aktivis meminta Wali Kota Malang, Sutiaji menjadikan bulan puasa sebagai momentum untuk berpuasa membuang sampah plastik ke sungai. Kata dia, sampah plastik terdegradasi dan menjadi mikroplastik yang mengkontaminasi biota sungai. Tak hanya itu, air di Kali Brantas juga menjadi bahan baku air minum warga Gresik, Sidoarjo , dan Surabaya. Jika air tercemar mikroplastik, maka warga secara langsung mengonsumsi air yang terkontaminasi mikroplastik.

“Sungai ini adalah peradaban Jawa Timur, jutaan orang di Sidoarjo, Gresik dan Sidoarjo menggantungkan air minum dari Kali Brantas," jelasnya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri