Survei: 3 Juta Orang Berencana Mudik di Tengah Pandemi

"Mengingat jumlah pemudik tahun lalu sebesar 18,3 juta orang, maka diperkirakan pada tahun 2020 potensi pemudik mencapai 3 juta orang," kata Direktur Riset Katadata Insight Center.

BERITA | NASIONAL

Senin, 20 Apr 2020 20:30 WIB

Author

Adi Ahdiat

Survei: 3 Juta Orang Berencana Mudik di Tengah Pandemi

Ilustrasi: Pemudik lebaran. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Banyak warga mengabaikan imbauan pemerintah untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Hal itu terungkap dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC).

Dari survei terhadap 2.437 responden pengguna internet di seluruh provinsi Indonesia, KIC menemukan:

  • 63 persen responden tidak akan mudik lebaran tahun ini;
  • 21 persen belum mengambil keputusan;
  • 12 persen ingin mudik, dan;
  • 4 persen sudah lebih dahulu pulang kampung.

"Mengingat jumlah pemudik tahun lalu sebesar 18,3 juta orang, maka diperkirakan pada tahun 2020 potensi pemudik mencapai tiga juta orang," kata Direktur Riset KIC Mulya Amri dalam siaran persnya yang dikutip Antara, Senin (20/4/2020).

Survei KIC menemukan orang-orang yang berencana mudik itu mayoritasnya berusia muda (17-29 tahun) dan berpendapatan menengah-rendah.

Hampir 50 persen responden ingin mudik karena rindu pada kampung halaman dan keluarganya. Sekitar 39 persen yakin dirinya bebas dari virus, dan sekitar 16 persen yakin tak akan menularkan Covid-19.


Harus Ada Prosedur Ketat untuk Pemudik

Di kesempatan terpisah, eks-Menteri Kesehatan 2012-2014 Nafsiah Mboi mendukung jika ada warga sehat yang ingin mudik di tengah pandemi ini.

Namun, menurut Mboi, semua calon pemudik harus melewati prosedur ketat terlebih dulu, seperti melakukan registrasi ke pemerintah setempat, isolasi mandiri 14 hari, serta tes Covid-19 sebanyak dua kali per orang.

Nafsiah Mboi juga mendorong pemerintah agar menyiapkan program bantuan khusus untuk pemudik, terutama bagi mereka yang pulang kampung karena kehilangan kerja di kota besar.

"Tahun ini ratusan ribu orang berpendapatan rendah dan menengah, bahkan orang sehat, merasakan beban akibat Covid-19, seperti kehilangan pekerjaan, kesulitan membayar tagihan rumah, makanan, dan pakaian. Perjuangan itu tentu memicu keinginan untuk pulang," kata Mboi dalam analisisnya di CSIS Commentaries, Senin (20/4/2020).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit