Presiden: Sektor Pariwisata Booming Lagi Awal 2021

Presiden meminta jajarannya untuk segera memberi stimulus bagi industri pariwisata, agar kedepan siap bangkit dan menyesuaikan dengan keadaan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Apr 2020 12:25 WIB

Author

Dwi Reinjani

Presiden: Sektor Pariwisata Booming Lagi Awal 2021

Petugas meminta wisatawan untuk meninggalkan kawasan pantai saat melakukan patroli di Pantai Kedonganan, Badung, Bali (15/4/2020). (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan keyakinnya bahwa industri pariwisata akan bangkit pada tahun depan. Hal itu dikatakannya saat membuka rapat terbatas melalui video conference terkait "Mitigasi Dampak COVID-19 Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif". 

Jokowi memperkirakan, pandemi COVID-19 akan segera berakhir pada akhir tahun ini. Artinya, pada awal tahun 2021 sektor pariwisata harus sudah siap melayani lonjakan jumlah arus wisatawan.

“Saya meyakini, ini (pandemi COVID-19 - red) hanya sampai pada akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di sektor pariwisata. Semua orang ingin keluar (rumah), semua orang ingin menikmati kembali keindahan yang ada di wilayah-wilayah yang ada pariwisatanya sehingga optimisme itu yang harus diangkat,” ujar Presiden Jokowi dalam rapat pada Kamis (16/04/2020).

Oleh sebab itu, Jokowi meminta semua pihak bekerjasama dan bertahan dalam masa pandemi virus corona ini. 

Tapi, Jokowi juga meminta jajarannya untuk segera memberi stimulus bagi industri pariwisata, agar kedepan siap bangkit dan menyesuaikan dengan keadaan.

“Jangan sampai kita nanti, terjebak pada pesimisme karena masa COVID-19 ini. Sehingga booming yang akan muncul setelah COVID-19 selesai, tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” pesan presiden.

Adapun langkah mitigasi bagi industri pariwisata yang makin terpuruk ditengah pandemi COVID-19, Jokowi telah meminta jajarannya untuk melakukan tiga hal. Yaitu, pertama, merealisasikan segera program perlindungan sosial bagi pekerja yang berada di sektor pariwisata. Jokowi meminta bantuan itu tepat sasaran.

Kedua, melakukan realokasi anggaran Kementerian Pariwisata untuk program-program padat karya khususnya para pekerja di industri pariwisata.

Ketiga, penyiapan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa bertahan dan tidak melakukan PHK terhadap para pekerjanya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal