Penanganan COVID-19, Ventilator Mulai Langka

Juru bicara BNPB Agus Wibowo menegaskan, pemerintah tengah berupaya menambah jumlah ventilator.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 01 Apr 2020 13:04 WIB

Author

Lea Citra

Penanganan COVID-19, Ventilator Mulai Langka

Petugas medis mengecek alat di ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Bung Karno, Solo, Jateng (27/3/2020). (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, jumlah ventilator atau alat bantu pernapasan saat ini mulai langka. Hal itu dikarenakan semakin banyaknya jumlah pasien positif COVID-19 yang harus mengenakannya. Ventilator memang dibutuhkan sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien yang mengalami kesulitan bernapas. 

Juru bicara BNPB Agus Wibowo menegaskan, pemerintah tengah berupaya menambah jumlah ventilator. "Ya kita berusaha untuk beli, kalau ada. Tapi kan masalahnya semua orang butuh. Kayaknya udah mulai (langka) deh, kurangkan. Tapi kayanya kurang sih, karenakan kita butuhnya banyak. Ya lagi dikoordinasikan, lagi dikoordinasikan juga. Kita kalo enggak salah, kita sudah mulai minta pada pabrik-pabrik mengadakan deh," kata Agus kepada KBR, Rabu (31/3/2020).

Agus menuturkan, ventilator sangat dibutuhkan bagi pasien COVID-19, sebab virus itu menyerang saluran pernapasan. 

Ia pun mengungkapkan, pihak BNPB juga telah mengirim ventilator ke daerah-daerah. Namun menurutnya, urgensi penggunaan ventilator tidak sebesar alat pelindung diri (APD). Agus mengklaim, pemerintah tengah membahas dan mengantisipasi kelangkaan jumlah ventilator di Indonesia.

Agus mengungkapkan, pemerintah terus berusaha memenuhi permintaan ventilator. Ia memastikan hingga saat ini rumah sakit-rumah sakit yang menangani kasus COVID-19 memiliki ketersediaan ventilator. Namun diakui, ketersediaan jumlahnya mulai berkurang. Apalagi saat ini, pemerintah juga terus memperbanyak jumlah ruang isolasi dan tempat tidur bagi pasien COVID-19. 

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal