Pekerja Pariwisata akan Dibebaskan dari Pajak Penghasilan

“PPh 21 yang ditanggung untuk pekerja akan diperluas tidak hanya di industri sektor pengolahan, tapi juga di sektor industri pariwisata dan penunjangnya, atau sektor lainnya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 01 Apr 2020 17:41 WIB

Author

Astri Septiani, Adi Ahdiat

Pekerja Pariwisata akan Dibebaskan dari Pajak Penghasilan

Ilustrasi: Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah memberlakukan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) 21 untuk pekerja industri pengolahan selama periode April-September 2020.

Sekarang, pemerintah berencana meluaskan lagi pembebasan PPh21 itu ke sektor-sektor lain yang merugi akibat wabah Covid-19.

“PPh 21 yang ditanggung untuk pekerja akan diperluas tidak hanya di industri sektor pengolahan, tapi juga di sektor industri lainnya seperti industri pariwisata dan penunjangnya, atau sektor lainnya yang langsung terdampak," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (1/4/2020).

"Di sini kami sedang membahas (pembebasan PPh 21) di sektor pertanian, perkebunan, dan yang lain. Tentunya ini akan segera ditetapkan nanti sektor-sektor tersebut,” lanjutnya.


Berita Terkait: Ini 24 Sektor Industri yang Dibebaskan dari Pajak Gaji Karyawan


Covid-19 Matikan Banyak Sektor Usaha

Pandemi Covid-19 memang menghambat banyak sektor usaha, bukan industri pengolahan saja.

World Travel & Tourism Council (WTTC) melaporkan wabah ini terutama mematikan pencaharian pekerja di sektor pariwisata, serta sektor lain yang terkait dengannya seperti:

  • Transportasi;
  • Perhotelan;
  • Penyuplai makanan, dan sebagainya.

“Mata pencaharian jutaan orang di sektor pariwisata sedang hancur. Dari pelayan, supir taksi, koki, pilot, penjual katering, sampai petugas kebersihan," jelas Presiden WTTC Gloria Guevara di situs resminya.

“Jutaan keluarga terjerumus ke dalam kesusahan dan utang yang mengerikan, tidak tahu bagaimana mereka bisa belanja makanan dan membayar tagihan. Wabah Covid-19 menciptakan efek domino sangat besar, menghancurkan seluruh sektor ekonomi," katanya lagi.

WTTC pun mendorong negara-negara agar segera membuat kebijakan yang isinya:

  • Melindungi pendapatan pekerja yang terdampak wabah;
  • Memberi pinjaman bebas bunga bagi usaha kecil menengah, terutama pariwisata, dan;
  • Menghapus pajak usaha selama 12 bulan ke depan. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri