Menlu: 10.009 WNI ABK Pulang ke Indonesia

"17 April 2020, total ABK yang telah kembali ke Indonesia adalah 10.009 orang, dari jumlah tersebut 57 persen tiba melalui Bali, baik melalui jalur udara maupun melalui jalur laut"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 17 Apr 2020 20:35 WIB

Author

Dwi Reinjani

Menlu: 10.009 WNI ABK Pulang ke Indonesia

ilustrasi kepulangan ABK WNI dari sebuah kapal pesiar. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, hingga hari ini sekitar 10.009 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) pulang ke Tanah Air.

Menurutnya baik pemerintah daerah maupun tim Satuan Gugus Tugas covid-19 telah mempersiapkan mekanisme pemulangan WNI ABK dengan baik, hingga karantina di daerah masing-masing.

 “17 April 2020, total ABK yang telah kembali ke Indonesia adalah 10.009 orang, dari jumlah tersebut 57 persen tiba melalui Bali, baik melalui jalur udara maupun melalui jalur laut,” ujar Retno, saat teleconference bersama wartawan, Jumat (17/04/2020).

 Retno juga berterima kasih kepada para pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Bali, yang telah menjalankan proses kepulangan ABK dengan baik sesuai standar kesehatan. 

Ia mengatakan, nantinya Pemprov Bali akan menyediakan tempat untuk karantina para ABK, sebelum kembali ke daerahnya masing-masing.

Selain kepulangan ABK, Menlu Retno juga merilis jumlah kepulangan WNI dari Malaysia per 16 April 2020. 

Dari data yang ada, sebanyak 61.743 orang telah kembali ke Indonesia sejak Malaysia menerapkan status movement control order (MCO) pada 18 Maret lalu, imbas covid-19.

 Pemulangan WNI ke Indonesia menggunakan semua moda transportasi yakni melalui Laut sebanyak 45.165 orang, udara 7.397 orang dan darat sebanyak 9.181. 

"WNI ini harus melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing walau tidak memiliki gejala," pungkas Retno Marsudi.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Malaysia Mulai Terapkan Biaya Karantina Semua WNA Rp16 Juta

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18